Bantul teliti peningkatan antibodi setelah vaksinasi dosis kedua

Bantul teliti peningkatan antibodi setelah vaksinasi dosis kedua

Petugas kesehatan mengambil sampel darah dari Bupati Bantul Abdul Halim Muslih untuk keperluan sero-surveilans titer antibodi, penelitian untuk mengetahui peningkatan kadar antibodi dalam tubuh setelah pelaksanaan vaksinasi COVID-19. (ANTARA/Hery Sidik)

Bantul (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Bantul di Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan penelitian untuk mengetahui peningkatan kadar antibodi dalam tubuh warga setelah pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dosis kedua.

"Kita mulai melakukan sero-surveilans titer antibodi untuk mengetahui seberapa besar antibodi yang tercapai setelah dilakukan vaksinasi sampai vaksinasi kedua," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih di Bantul, Selasa.

Menurut dia, pemeriksaan kadar antibodi dalam darah setelah pelaksanaan vaksinasi COVID-19 dosis kedua pada tahap pertama dilakukan pada sekitar 1.000 orang yang meliputi tenaga kesehatan dan petugas pelayan publik di lingkungan pemerintah kabupaten.

"Nakes dan pelayan publik ini yang jadi sasaran tahap pertama karena sudah nyata-nyata tervaksin dua kali, bahkan sudah ada yang tiga kali. Penelitian dilakukan dengan pengambilan darah," katanya.

Bupati mengatakan bahwa pemerintah daerah akan menjadikan hasil penelitian yang ditujukan untuk mengetahui efektivitas vaksinasi dalam meningkatkan kekebalan tubuh warga tersebut sebagai masukan dalam menentukan kebijakan selanjutnya.

"Kita ini belum memiliki informasi yang akurat seberapa besar herd immunity (kekebalan kelompok) masyarakat setelah divaksin, hanya teori kalau sudah mencapai 70 persen itu diyakini atau diduga kuat herd immunity sudah terbentuk, tapi akan lebih meyakinkan lagi dilakukan sero surveilans," katanya.

Bupati mengatakan bahwa sero-surveilans titer antibodi akan dilakukan oleh tenaga kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul.

"Diambil darah, darah itu diteliti seberapa kuat antibodi terbentuk, setelah itu informasi akan kita gunakan untuk pengambilan keputusan kebijakan di bidang kesehatan di Bantul," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Bantul Agus Budi Raharjo mengatakan bahwa vaksinasi COVID-19 dosis pertama dan kedua masing masing sudah mencakup 86,25 persen dan 74,19 persen dari sasaran vaksinasi.

Menurut data vaksinasi COVID-19 yang disiarkan di laman resmi Kementerian Kesehatan, sasaran vaksinasi COVID-19 di Kabupaten Bantul sebanyak 767.047 orang.

Baca juga:
Bantul pastikan stok vaksin untuk vaksinasi penguat aman
Presiden tinjau pelaksanaan vaksinasi COVID-19 di Bantul
Pewarta : Hery Sidik
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2022