BPBD Cianjur imbau nelayan tidak dulu melaut karena gelombang tinggi

BPBD Cianjur imbau nelayan tidak dulu melaut karena gelombang tinggi

Gelombang tinggi melanda pesisir pantai selatan Cianjur, Jawa Barat, sehingga nelayan diminta untuk waspada. ANTARA/Ahmad Fikri

Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Jawa Barat mengimbau nelayan di pesisir selatan Cianjur untuk tidak dulu melaut, karena Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi terjadi gelombang tinggi beberapa pekan ke depan.

Sekretaris BPBD Cianjur Rudi Wibowo saat dihubungi, Rabu, mengatakan laporan yang didapat selama akhir tahun, akan terjadi puncak musim penghujan, sehingga menyebabkan gelombang tinggi diprediksi akan melanda sepanjang pantai selatan Cianjur.

"Tingginya curah hujan di akhir tahun akan memicu terjadinya gelombang tinggi di sepanjang perairan selatan Cianjur. Saat terjadi gelombang tinggi, tentunya akan mengancam keselamatan nelayan yang memaksakan diri melaut," katanya lagi.

Pihaknya meminta nelayan tidak melaut untuk sementara, karena pantai selatan merupakan wilayah laut lepas dan langsung berhadapan dengan Samudra Hindia yang terkenal dengan gelombang hingga 10 meter.
Baca juga: Gelombang 5 meter, BMKG: Nelayan pantai selatan Cianjur jangan melaut

Gelombang tinggi yang terjadi di pantai selatan merupakan fenomena tahunan, dengan gelombang dapat mencapai perkampungan warga sekitarnya, bahkan beberapa waktu lalu akibat gelombang tinggi menimbulkan abrasi di bibir pantai sehingga belasan warung rusak.

"Bibir pantai terancam abrasi, karena tingginya gelombang yang terjadi beberapa kali sepanjang tahun 2021. Kami sudah memasang sejumlah rambu jalur evakuasi dan tengah melakukan edukasi mitigasi kebencanaan di daerah rawan terjadi bencana terutama di sepanjang pesisir," katanya pula.

Akibat tingginya curah hujan sejak satu pekan terakhir, membuat ratusan nelayan di pantai selatan Cianjur terpaksa berhenti melaut, karena gelombang mencapai 5 meter yang dapat mengancam keselamatan. Sebagian besar mencari ikan di pinggiran pantai menggunakan jaring.

"Sudah beberapa bulan ini, kami tidak melaut karena gelombang tinggi. Kami tidak berani mengambil risiko karena menjelang malam gelombang dapat mencapai 10 meter, kalau siang dan sore ketinggian gelombang mencapai 5 meter," kata nelayan Pantai Apra, Ujang Supriyadi.
Baca juga: BPBD Cianjur masih terapkan siaga gelombang tinggi pantai selatan
Baca juga: Gelombang tinggi di pantai selatan Cianjur terjang dua warung
Pewarta : Ahmad Fikri
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2021