Menteri PPPA: Pentingnya peran perempuan tumbuhkan budaya antikorupsi

Menteri PPPA: Pentingnya peran perempuan tumbuhkan budaya antikorupsi

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga. (ANTARA/ Anita Permata Dewi)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengatakan bahwa kaum perempuan merupakan ujung tombak yang menentukan arah tujuan dan masa depan keluarga, termasuk menjaga komitmen dalam mencegah anggota keluarga melakukan korupsi.

"Perempuan adalah sebagai manajer keluarga. Perempuan adalah ujung tombak dalam menentukan arah tujuan dan masa depan keluarga yang juga menentukan kesuksesan dan kesejahteraan suatu bangsa," kata Menteri Bintang dalam webinar bertajuk "Ayo Jaga Keluarga Kita dari Gratifikasi" yang diikuti secara daring di Jakarta, Rabu.

Dikatakannya, keluarga sebagai komponen terkecil dari masyarakat mempunyai peran penting dalam membangun dan menumbuhkan integritas dan budaya antikorupsi.

"Peran penting ini berada di tangan para perempuan, baik sebagai ibu maupun istri untuk membudayakan antikorupsi," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Bintang menambahkan bahwa organisasi Dharma Wanita Persatuan (DWP) memiliki peran yang besar dalam upaya mencegah gratifikasi di kalangan aparatur sipil negara (ASN).

"Dengan memperkuat peran Dharma Wanita Persatuan, artinya kita sedang memperkuat benteng moral antikorupsi yang dimulai dari keluarga," tuturnya.

Pihaknya pun mengutip data Indonesia Corruption Watch (ICW) Tahun 2021 yang menunjukkan bahwa aparatur sipil negara paling banyak terjerat kasus korupsi, termasuk gratifikasi sepanjang Semester 1 Tahun 2021.

"Tentu ini harus menjadi perhatian kita semua, terutama Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan, yang menjadi pendamping para ASN ini," katanya.
Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2021