Batam kekurangan tempat tidur karantina COVID-19 untuk PMI

Batam kekurangan tempat tidur karantina COVID-19 untuk PMI

Ketua Satgas Khusus Pemulangan PMI Kota Batam  yang juga Dandim 0316/ Batam Letkol Kav Sigit Dharma Wiryawan (ANTARA/ Naim)

Batam (ANTARA) - Kota Batam Kepulauan Riau kekurangan ratusan tempat tidur untuk karantina COVID-19 bagi pekerja migran Indonesia yang pulang ke Tanah Air melalui daerah setempat.

Ketua Satgas Khusus Pemulangan PMI Kota Batam yang juga Dandim 0316/ Batam Letkol Kav Sigit Dharma Wiryawan menyatakan Batam membutuhkan minimum 2.000 tempat tidur untuk mengkarantina PMI yang terus berdatangan. Sedangkan saat ini hanya tersedia sekitar 1.600 tempat.

"Kita siapkan 1.628 slot (tempat tidur), kapasitas saat ini 1.300 'bed' terisi. Kita akan cari upaya lagi, minimal punya 2.000," kata Sigit usai mengikuti rapat Forkopinda di Batam, Selasa.

Ia meminta Pemkot Batam untuk membantu penambahan tempat tidur untuk ditempatkan di rusun, lokasi karantina PMI.

Berdasarkan data yang diterimanya, sebanyak 7.000 orang PMI akan pulang ke Tanah Air melalui Batam sepanjang Desember 2021.

Pihaknya memperkirakan rata-rata 200 orang PMI tiba di Batam setiap harinya. Dan dengan masa karantina selama 10 hari, maka pihaknya harus menyiapkan sekitar 2.000 tempat tidur untuk PMI.

Baca juga: Satgas Batam antisipasi penyebaran varian Omicron melalui PMI

Baca juga: Pemkot usul PMI tidak dikarantina COVID-19 di Batam


"Karena sekarang jangka waktu karantina semakin lama, menjadi 10 hari. Semakin panjang waktunya," kata dia.

Meski begitu, ia menegaskan pihaknya siap menerima PMI yang pulang ke Tanah Air melalui Batam.

"Kita siap menerima PMI yang masuk. Sebenarnya kira masih bisa dengan kapasitas rusun, yang dibantu Pemkot, Kepala OPD, Rusun," kata dia.

Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan pihak pelayaran sudah meminta tambahan jadwal kapal yang masuk dari Malaysia, seiring bertambahnya jumlah PMI yang hendak pulang ke Tanah Air.

Namun, ia menegaskan, apabila 'trip' bertambah, maka pihak pelayaran harus berkoordinasi dengan petugas rusun, demi memastikan seluruh PMI tertampung.

"Kasihan, kalau mereka datang, sampai di sini tidak terurus," kata dia.

Baca juga: Satgas vaksinasi COVID-19 1.600 pekerja migran di Kota Batam

Baca juga: Seorang pekerja migran Indonesia meninggal di kapal menuju Batam
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021