Dinkes Gunung Kidul memberi pendampingan keluarga ODDP

Dinkes Gunung Kidul memberi pendampingan keluarga ODDP

Kepala Dinkes Gunung Kidul Dewi Irawaty mendapat dukungan Pusat Rehabilitasi YAKKUM di Gunung Kidul pada Selasa (7/12). ANTARA/HO-Humas Dinkes Gunung Kidul

Gunung Kidul (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memberikan edukasi dan pendampingan kepada keluarga Orang Dengan Disabilitas Psikososial  (ODDP) agar tidak melakukan pemasungan kepada penderita.

Kepala Dinas Kesehatan Gunung Kidul Dewi Irawaty di Gunung Kidul, Selasa, mengatakan berdasarkan data Dinas Kesehatan Gunung Kidul, jumlah ODDP  sebanyak 1.444 jiwa, 17 jiwa diantaranya dilakukan pemasungan.

"Kami melakukan  edukasi kepada keluarga pendamping ODDP agar tindakan tersebut tak lagi dilakukan. Termasuk mengarahkan mereka untuk bisa menangani anggota keluarga yang ODDP," kata Dewi Irawaty.

Ia mengatakan bentuk pemasungan beragam. Mulai dari diikat salah satu anggota tubuhnya atau dikurung dalam ruang tertutup secara terpisah dengan anggota keluarganya yang lain. Tindakan pemasungan diambil karena pihak keluarga merasa anggotanya yang ODDP tersebut sebagai beban. Mereka pun merasa tidak sanggup untuk menangani sanak saudaranya sendiri.

"Saat ini, kami memberikan layanan penanganan pada ODDP. Namun yang paling penting bagaimana dari keluarga hingga lingkungan sekitar mampu melakukan penanganan kasus ODDP," katanya.

Dewi mengatakan salah satu penanganan ODDP yang krusial adalah setelah mereka menjalani terapi. Bagaimana cara menjaga agar kondisi mereka tetap stabil dan semakin baik ke depannya.

"Kuncinya ada di mereka, termasuk dari sektor pendukung lain yang bisa memberi ODDP peluang kehidupan lebih baik," katanya.

Manajer Project Kesehatan Jiwa Berbasis Masyarakat, Pusat Rehabilitasi YAKKUM, Siswaningtyas Tri Nugraheni menyebut kasus ODDP di Gunung Kidul merupakan tertinggi kedua di DIY. Ia juga menyayangkan masih adanya fenomena ODDP yang dipasung.

Ia menilai masih ada kesenjangan pada penanganan ODDP. Sebagai contoh di Gunung Kidul, jumlah tenaga hingga fasilitas penunjang penanganan masih terbilang terbatas.

"Penanganan pada ODDP perlu dilakukan secara komprehensif. Namun diperlukan dukungan dari berbagai sektor selain kesehatan karena ODDP juga perlu pendampingan secara sosial. Ini jadi pekerjaan rumah bagi Gunung Kidul, mengingat kasus ODDP-nya tinggi," kata Siswaningtyas.
Baca juga: Komnas HAM: Praktik pemasungan masih jadi permasalahan serius
Baca juga: KuPP dan Kemenkes komitmen hapus praktik pemasungan di Indonesia
Baca juga: Mensos: Pengentasan masalah pasung menjadi tugas seluruh pihak

Pewarta : Sutarmi
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021