Union Berlin bungkam Leipzig 2-1

Union Berlin bungkam Leipzig 2-1

Dua pemain FC Union Berlin Timo Baumgartl dan Julian Ryerson merayakan gol kemenangan mereka atas RB Leipzig dengan skor 2-1 pada pertandingan Liga Jerman di Stadion An der Alten Forsterei, Berlin, Jerman, Jumat (3/12/2021). ANTARA/REUTERS/ANNEGRET HILSE

Jakarta (ANTARA) - RB Leipzig, runner-up Bundesliga musim lalu, menelan kekalahan 2-1 di Union Berlin, Jumat, dan itu merupakan kekalahan liga ketiga mereka secara berturut-turut sehingga Leipzig tidak mampu beranjak dari posisi delapan klasemen sekaligus menambah tekanan untuk pelatih Jesse Marsch.

Leipzig, yang dipastikan tersingkir dari Liga Champions, untuk pertama kalinya dalam sejarah klub di kompetisi papan atas Jerman mengalami kekalahan berturut-turut di tiga pertandingan liga sehingga kini mereka tertinggal 13 poin dari pemuncak klasemen.

Marsch, yang mulai bergabung musim ini setelah menggantikan Julian Nagelsmann, hanya mampu memenangkan lima dari 14 pertandingan liga mereka musim ini.

Kekalahan terakhir ini semakin membuat pelatih asal Amerika itu, yang tidak hadir menyaksikan pertandingan karena harus di karantina karena COVID-19, berada di bawah tekanan yang lebih besar.

Union, yang naik ke urutan empat klasemen, memimpin skor ketika Taiwo Awoniyi sukses menceploskan bola ke tiang jauh setelah enam menit pertandingan di mulai.

Leipzig, yang kemenangan tandang terakhirnya di Bundesliga terjadi pada April, sempat menyamakan kedudukan tujuh menit kemudian lewat tembakan Christopher Nkunku dari jarak 25 meter ketika kiper Andreas Luthe salah menilai arah bola.

Bersamaan dengan turunnya salju di ibu kota setelah turun minum, Union membalas ketika Timo Baumgartl memanfaatkan tendangan Max Kruse yang memantul untuk kemudian menyarangkan bola dari jarak dekat pada menit ke-57.

Union melewatkan beberapa peluang emas ketika kiper Leipzig Peter Gulacsi melakukan beberapa penyelamatan gemilang untuk menjaga skor tetap berselisih tipis, demikian Reuters.
Pewarta : Junaydi Suswanto
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021