Polri pastikan kasatwil bekerja profesional sesuai arahan Presiden

Polri pastikan kasatwil bekerja profesional sesuai arahan Presiden

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo. ANTARA/HO-Divisi Humas Polri.

Jakarta (ANTARA) - Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo memastikan para kepala satuan wilayah (kasatwil), yakni kapolda dan kapolres, bekerja secara profesional dan proposional di lapangan.

Pernyataan ini menanggapi kritikan yang disampaikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait dengan kapolda dan kapolres yang sowan ke pimpinan organisasi masyarakat (ormas) yang kerap membuat gaduh di tengah masyarakat.

"Intinya agar jangan ragu-ragu melaksanakan penegakan hukum secara profesional dan proposional," kata Dedi saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Jajaran Polri mulai dari tingkat pusat hingga wilayah diminta untuk menjaga muruah organisasi.

Jajaran Polri juga diminta tidak segan untuk menegakkan hukum secara profesional dan proposional.

"Polri tetap harus menjaga muruah organisasi dan tidak segan-segan untuk melaksanakan penegakan hukum," kata Dedi.

Presiden Jokowi dikutip melalui video YouTube Sekretariat Presiden, saat memberikan arahan dalam Apel Kasatpel Polri di Bali, meminta seluruh jajaran Polri menghormati kebebasan berpendapat masyarakat di Indonesia.

Menurut Presiden, kebebasan berpendapat merupakan konsekuensi sebagai negara demokrasi.

Presiden juga menyingung soal para kapolda dan kapolres baru yang sowan ke sesepuh ormas yang kerap membuat gaduh.

Presiden mewanti-wanti jajaran Polri agar tidak menggadaikan kewibawaannya dengan melakukan sowan kepada pelanggar hukum.

Tidak hanya itu, Presiden juga meminta jajaran Polri memperhatikan masyarakat kecil yang terpinggirkan agar tidak terjadi diskriminasi, seperti pedagang kecil yang berhadapan dengan hukum.

Baca juga: Perwira polisi korban pengeroyokan ormas PP mulai membaik

Baca juga: Demo PP ricuh, Wagub DKI minta ormas di Jakarta berkegiatan produktif
Pewarta : Laily Rahmawaty
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021