Pemerintahan kolaboratif diharapkan dorong ekosistem ekonomi digital

Pemerintahan kolaboratif diharapkan dorong ekosistem ekonomi digital

Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Padjadjaran Prof. Ilya Avianti dalam acara diskusi daring pada Jumat (3/12/2021). (ANTARA/TL/Arnidhya Nur Zhafira)

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Padjadjaran (Unpad) Profesor Ilya Avianti mengatakan pemerintahan kolaboratif (collaborative governance) diharapkan mampu mendorong ekosistem ekonomi digital Indonesia.

Prof Ilya dalam paparannya pada Jumat, mengatakan bahwa kolaborasi antar-pihak ini penting untuk menciptakan keseimbangan di dalam ekosistem ekonomi digital.

"Collaborative governance itu merupakan kolaborasi antara regulator, pelaku fintech dan e-commerce, masyarakat, pelaku usaha, serta industri jasa keuangan dan asosiasi, sangat penting untuk menyediakan keseimbangan, membuat pendidikan agar konsumen bisa terlindungi dengan baik, dan bisnisnya bisa sustainable," papar dia dalam sebuah diskusi daring.

"Collaborative governance itu bisa mengurangi unowned risks. Lebih mudah dan efisien dalam hal kepatuhan terhadap peraturan, menciptakan sustained and trustworthy market, sehingga everybody is happy in the long run," ujarnya menambahkan.

Lebih lanjut, Prof Ilya mengatakan terdapat sejumlah langkah yang menurutnya mampu diimplementasikan dalam mewujudkan pemerintahan kolaboratif tersebut.

Pertama, regulator harus membuat regulasi yang bersifat principle-based (berdasarkan prinsip), alih-alih rules-based (berbasis aturan) yang rumit. Selanjutnya, peran aktif asosiasi dalam menciptakan budaya governance yang kolaboratif, termasuk memberikan masukan kepada regulator untuk membentuk aturan yang tepat.

"Ketiga adalah menggiatkan peran Self Regulatory Organization (SRO) dalam market fintech pendanaan bersama," ujar Prof. Ilya.

Ia melanjutkan, kolaborasi antara pemerintah, pelaku tekfin dan e-commerce diperlukan untuk dapat berjalan beriringan dengan inovasi teknologi dan model bisnis agar mampu melindungi ekosistem.

"Fintech dan e-commerce yang bertumbuh dan sustained dapat dicapai manakala ekosistem ini berjalan efektif," kata dia.

Prof Ilya menjelaskan bahwa regulator yang berfungsi melakukan pengaturan, pengawasan, dan perlindungan konsumen dapat memberdayakan SRO untuk menjalankan fungsi-fungsi tersebut.

"SRO melaksanakan consensus building dan collaborative network, agar menciptakan pasar sehat dan dipercaya oleh konsumen," kata dia menambahkan.

Baca juga: DANA raih dua pengakuan internasional berkat inovasi teknologi

Baca juga: Flip hadirkan fitur transfer uang langsung dari Saldo Flip

Baca juga: OJK: Kolaborasi dengan fintech naikkan portofolio kredit BPR 40 persen
Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2021