Negara-negara EU berjuang temukan cara hadapi lonjakan harga energi

Negara-negara EU berjuang temukan cara hadapi lonjakan harga energi

Ilustrasi - Bendera Uni Eropa. (ANTARA/REUTERS/Francois Lenoir.)

Brussels (ANTARA) - Menteri energi dari negara-negara Uni Eropa (EU) bertemu pada Kamis untuk memperdebatkan tanggapan mereka terhadap kenaikan harga gas dan listrik yang tinggi.

Negara-negara masih terbagi dalam mempertanyakan apakah lonjakan harga energi baru-baru ini harus diatasi dengan perombakan aturan pasar energi.

Tarif energi di Eropa melonjak ke rekor tertinggi pada musim gugur karena pasokan gas yang ketat berbenturan dengan permintaan yang tinggi dalam kondisi ekonomi yang pulih dari pandemi COVID-19.

Walaupun harga gas telah turun dari rekor tertinggi  pada Oktober, harga gas di Eropa tetap relatif tinggi.

Negara-negara anggota EU masih berjuang untuk menemukan cara bersama untuk menanggapi harga energi yang tinggi, meskipun para pemimpin dan menteri Uni Eropa telah mengadakan beberapa pertemuan darurat dalam beberapa bulan terakhir untuk memperdebatkan masalah tersebut.

Pada Rabu (1/12), Jerman, Denmark, Belanda dan enam negara lain menerbitkan pernyataan bersama menentang seruan pemerintah sejumlah negara lain untuk mereformasi pasar energi Uni Eropa.

Batas harga atau pengalihan ke sistem penetapan harga listrik nasional yang berbeda dapat menghambat perdagangan listrik antar negara dan melemahkan insentif untuk menambahkan energi terbarukan berbiaya rendah ke dalam sistem, kata negara-negara tersebut.

Sementara itu, Spanyol, Prancis dan Polandia termasuk di antara negara-negara yang mendukung reformasi itu dan mengusulkan langkah-langkah termasuk pembatasan partisipasi spekulan keuangan di pasar karbon EU.

Mereka juga mengusulkan pembelian gas bersama di antara negara-negara untuk membentuk cadangan strategis.

Banyak negara Uni Eropa telah menggunakan langkah-langkah nasional sementara untuk melindungi konsumen dari tagihan biaya energi yang lebih tinggi, termasuk dengan pemotongan pajak energi dan subsidi untuk rumah tangga.

Komisi Eropa mengatakan akan mempelajari manfaat dari sejumlah opsi jangka panjang, dan meminta para regulator negara EU untuk menyelidiki apakah pasar karbon dan listrik EU berfungsi dengan baik.

Pasar karbon bertujuan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca (GRK atau karbon) secara hemat biaya dengan menetapkan batas emisi dan memungkinkan perdagangan unit emisi, yang merupakan instrumen yang mewakili pengurangan emisi.

Sebuah laporan awal, yang diterbitkan pada November oleh badan Uni Eropa untuk urusan kerja sama regulator energi, tidak mengidentifikasi masalah-masalah utama dari desain pasar energi saat ini.

Investigasi terpisah oleh pengawas sekuritas Uni Eropa mengatakan tidak ada bukti penyalahgunaan di pasar karbon EU.

Para menteri negara anggota EU juga akan menilai kemajuan dalam negosiasi untuk menetapkan target EU yang lebih ketat guna meningkatkan efisiensi energi dan memperluas energi terbarukan pada dekade ini.

Sumber: Reuters
 
 
Pewarta : Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2021