Jawa Barat mengalami penambahan kasus COVID-19 paling banyak

Jawa Barat mengalami penambahan kasus COVID-19 paling banyak

Arsip Foto. Pelajar antre untuk menjalani pengambilan sampel dalam pelaksanaan tes PCR guna mendeteksi penularan COVID-19 di SD Negeri Kestalan 5, Solo, Jawa Tengah, Selasa (23/11/2021). (ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/rwa)

Jakarta (ANTARA) - Provinsi Jawa Barat mengalami penambahan kasus COVID-19 paling banyak dengan jumlah kasus baru sebanyak 83 menurut data Kementerian Kesehatan pada Kamis.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan, penyumbang besar peningkatan kasus infeksi virus corona selanjutnya ialah Jawa Timur dengan tambahan 35 kasus, Jawa Tengah dengan tambahan 30 kasus, DKI Jakarta dengan tambahan 28 kasus, dan Banten dengan tambahan 16 kasus.

Secara keseluruhan, pada Kamis angka kasus COVID-19 di Indonesia bertambah 311 sehingga jumlah akumulatifnya total 4.256.998 kasus sejak awal pandemi pada Maret 2020 sampai sekarang.

Penderita infeksi SARS-CoV-2 yang sudah sembuh tercatat bertambah 388 orang menjadi total 4.105.352 orang. DKI Jakarta tercatat sebagai provinsi dengan jumlah pasien sembuh paling banyak (67 orang) disusul Jawa Barat (54 orang), Jawa Tengah (34 orang), Jawa Timur (33 orang), dan Maluku Utara (31 orang).

Sementara itu, jumlah pasien COVID-19 yang meninggal dunia tercatat bertambah 10 orang menjadi seluruhnya 143.850 orang. Tambahan kasus kematian berasal dari Jawa Tengah (4), Bali (2), Lampung (1), Riau (1), Sulawesi Utara (1), dan Sulawesi Selatan (1).

Menurut data Kementerian Kesehatan, angka kasus COVID-19 aktif yang meliputi pasien yang masih menjalani perawatan maupun karantina mandiri pada Kamis tersisa 8.796 kasus, berkurang 87 dari hari sebelumnya.

Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mengimbau warga tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan serta mengurangi mobilitas agar terhindar dari penularan COVID-19.

Pemerintah juga masih menjalankan upaya-upaya pencegahan dan penanggulangan COVID-19, termasuk melaksanakan vaksinasi dan memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat untuk menekan risiko penularan penyakit yang disebabkan oleh virus corona tipe SARS-CoV-2 beserta varian-variannya.

Baca juga:
Kemenag terbitkan surat edaran penanggulangan COVID-19 saat Natal
Pakar: PCR masih bisa deteksi Omicron

Pewarta : Sanya Dinda Susanti
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2021