Menteri Perdagangan lepas produk viscose rayon ke pasar global

Menteri Perdagangan lepas produk viscose rayon ke pasar global

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi (kanan) menyerahkan surat jalan kepada salah satu pengemudi truk kontainer saat melepas secara resmi ekspor produk serat viscose rayon produksi PT Asia Pacific Rayon (APR) dan kertas PaperOneTM produksi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) ke pasar global dan domestik, di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Rabu (1/12/2021). ANTARA/HO-APR/aa.

Pekanbaru (ANTARA) - Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi melepas produk serat viscose rayon produksi PT Asia Pacific Rayon (APR) ke pasar global dan domestik di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Rabu.

Pengiriman ekspor produk serat viscose rayon ini ditandai dengan pelepasan sejumlah truk kontainer oleh Mendag didampingi Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution, Bupati Pelalawan Zukri Misran, RGE Managing Director Anderson Tanoto, dan sejumlah pejabat lainnya.

Selain itu, Mendag juga melepas ekspor kertas PaperOne, produksi PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), yang telah dijual ke lebih dari 75 negara dengan total ekspor mencapai lebih dari 755.000 ton.

Lutfi mengapresiasi keberadaan APR yang diibaratkan sebagai permata dari Indonesia yang harus dijaga sehingga mampu menjadi perusahaan yang berkelanjutan dan berkompetisi di masa depan tidak hanya menjadi pemain regional, akan tetapi juga menjadi pemain di pasar global.

Baca juga: Mendag: pemenang Good Design Indonesia 2021 jadi pilar ekspor RI

"Jadi, selamat kepada APR yang tidak hanya menjual produksinya di dalam negeri tetapi juga mancanegara, inilah yang kita cita-citakan dan Kementerian Perdagangan akan menjaga situasi perdagangan yang baik untuk bisa menjadi penetrasi ke pasar dunia dan di dalam negeri kita juga harus menjaga kesinambungan produk Indonesia," ujar Mendag.

Mendag juga mengungkapkan situasi perdagangan dunia yang sedang carut-marut dan kehilangan kepercayaan satu sama lain antarnegara. Sejumlah negara Eropa juga telah mengeluarkan undang-undang bagi negara yang diperbolehkan mengekspor produk ke negara mereka harus mendapatkan uji tuntas bahwa produk tersebut berasal dari hutan yang berkelanjutan.

APR menghasilkan produk bernilai tambah tinggi seperti serat viscose rayon atau Viscose Staple Fiber (VSF), serat buatan biodegradable dari serat kayu yang memiliki karakteristik mirip dengan kapas. VSF menjadi bahan baku untuk membuat benang, kemudian dijadikan pakaian, garmen dan perlengkapan rumah tangga.

Baca juga: Mendag: PMI manufaktur RI tunjukkan optimisme peningkatan ekspor

Adapun jumlah penjualan produk serat viscose rayon hingga akhir Oktober 2021 mencapai 111 kilo ton untuk pasar ekspor dan 77,51 kilo ton untuk pasar domestik.

Produksi serat viscose rayon APR mencapai 300.000 ton per tahun dan telah diekspor ke 22 negara. Saat ini, APR juga tengah mempersiapkan pembangunan tahap dua dan menggandakan kapasitas produksinya menjadi 600.000 ton per tahun pada 2023 mendatang.

Sementara Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution mengatakan pelepasan ekspor produk viscose-rayon merupakan tanda bangkitnya perekonomian Riau.

Pemerintah Provinsi Riau mendukung penuh yang dilakukan dunia usaha untuk meningkatkan investasi dan menggairahkan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pelepasan ekspor ini menjadi momentum berkelanjutan dengan menghasilkan ekspor yang diharapkan terus meningkat.
 
Pewarta : Bayu Agustari Adha
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021