Anggota DPR: Bangun infrastruktur perbatasan dibarengi SDM mumpuni

Anggota DPR: Bangun infrastruktur perbatasan dibarengi SDM mumpuni

Pembentukan sekolah Adat Suku Dayak Iban Sungai Utik, daerah perbatasan Indonesia-Malaysia wilayah Kapuas Hulu Kalimantan Barat. (Timotius)

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi V DPR RI Toriq Hidayat menyatakan, pembangunan infrastruktur seperti jalan perbatasan Indonesia-Malaysia harus diberangi dengan pemberdayaan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.

"SDM yang berkualitas akan meminimalisir disparitas harga antara wilayah Indonesia yang berbatasan dengan negara tetangga yang memicu maraknya transaksi ilegal," kata Toriq Hidayat dalam rilis di Jakarta, Rabu.

Toriq menyebutkan bahwa peningkatan kualitas SDM adalah faktor kunci dalam membangun kawasan perbatasan.

Pasalnya, ujar dia, sebagaimana disebutkan oleh salah satu kepala daerah di sana, SDM di wilayah Indonesia kalah jauh dengan yang dimiliki oleh negara tetangga, yaitu Malaysia dan Brunei Darussalam.

"SDM ini juga untuk kebutuhan jangka panjang dan tak kalah penting dengan pembangunan infrastruktur yang juga terus digenjot," ucapnya.

Ia mengingatkan bahwa infrastruktur jalan perbatasan sepanjang 1.832 kilometer tersebut akan memperkuat pertahanan dan keamanan negara.

Untuk itu, ujar dia, pembangunan tersebut adalah proyek yang sangat vital dalam hal pertahanan dan keamanan negara sekaligus membangun jalur logistik baru.

Menurut Toriq, jalur logistik sangatlah penting karena keberadaannya akan mendukung pertumbuhan embrio pusat perekonomian dan konektivitas masyarakat. Untuk daerah terpencil, Jalan perbatasan diharapkan dapat membuka keterisolasian dan membantu masyarakat di kawasan tersebut.

Baca juga: Pemerintah pusat terus bangun infrastruktur di perbatasan Indonesia-TL

Sebagaimana diwartakan terkait perbatasan RI-Malaysia di Kalbar, Kantor Staf Presiden (KSP) mendukung upaya Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat untuk mengembangkan potensi ekonomi dan pariwisata yang luar biasa, terutama di kawasan desa dan perbatasan Indonesia-Malaysia.

Hal ini disampaikan Tenaga Ahli Utama KSP Ade Irfan Pulungan dalam verifikasi lapangan ke Kalimantan Barat untuk mengurai sumbatan (debottlenecking) pembangunan, beberapa waktu lalu.

“Pengembangan wilayah Temajuk di Kabupaten Sambas yang berbatasan langsung dengan Malaysia bisa berdampak positif. Selain menguatkan ekonomi daerah itu, pengembangan Temajuk akan membuktikan negara hadir di perbatasan,” ujar Irfan.

Baca juga: Pemerataan ekonomi, PUPR bangun infrastruktur di perbatasan Kalbar

Tidak hanya potensi pariwisata, Kalbar juga memiliki sumber daya manusia unggul yang mampu membawa potensi kemajuan ekonomi di daerah. Hal ini dibuktikan oleh para pelajar di Pondok Pesantren Darul Fikri, Kabupaten Kubu Raya yang mampu menerapkan teknologi komputer dalam dunia pertanian.

Berkolaborasi dengan Universitas Tanjungpura (Untan) sebagai bagian dari Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, Pesantren ini mampu menciptakan sistem penyiraman lahan dengan menggunakan pesawat nirawak atau drone.

Baca juga: Tidak hanya Infrastruktur, Gerbangdutas 2020 juga fokus untuk SDM
Baca juga: Askrindo bantu pemerintah tingkatkan kualitas SDM di wilayah 3T
Baca juga: Warga perbatasan harapkan pembangunan bawa kesejahteraan
Pewarta : M Razi Rahman
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021