Integrasi aplikasi PeduliLindungi dan Tawakalna dalam tahap finalisasi

Integrasi aplikasi PeduliLindungi dan Tawakalna dalam tahap finalisasi

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyampaikan hasil perkembangan kebijakan penyelenggaraan haji dan umroh 1443H/2022 saat Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VIII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (30/11/2021). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/wsj/pri.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menyatakan integrasi aplikasi PeduliLindungi dan Tawakalna sebagai syarat untuk menjalankan ibadah umrah di Arab Saudi pada masa pandemi COVID-19, tengah dalam tahap finalisasi.

"Mudah-mudahan integrasi aplikasi ini akan mempermudah jamaah kita dalam menjalankan ibadah umrah," ujar Menag Yaqut saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VIII DPR RI yang diikuti dari Jakarta, Selasa.

Menag mengatakan tim dari Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kesehatan sudah pergi ke Arab Saudi bertemu dengan otoritas terkait untuk menyelesaikan proses integrasi aplikasi pemeriksaan COVID-19 tersebut.

Baca juga: Menag: Omicron patut diwaspadai tapi jangan khawatir secara berlebihan

Sebelumnya, aplikasi PeduliLindungi masih belum bisa terbaca oleh sistem yang dikembangkan oleh Pemerintah Arab Saudi. Padahal salah satu syarat bisa masuk ke Tanah Suci dengan melampirkan status vaksinasi.

"Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Kesehatan sudah melakukan bridging. Jadi untuk mengintegrasikan antara PeduliLindungi dan Tawakalna dalam proses finalisasi," kata dia.

Dalam RDP tersebut, Menag juga memaparkan persiapan penyelenggaraan ibadah umrah 1443 H dengan sejumlah skema dan alur proses persiapan dalam negeri hingga luar negeri.

Salah satu yang dipaparkan Menag yakni menyiapkan skema One Gate Policy (OGT) atau sistem pengendalian pemberangkatan jamaah umrah secara terpusat.

One Gate Policy itu di antaranya meliputi proses pemeriksaan kesehatan, tes PCR/Swab, pengecekan status vaksinasi, keimigrasian, pengurusan dokumen perjalanan, hingga karantina sebelum berangkat ke Arab Saudi.

Asrama Haji Pondok Gede akan dijadikan tempat pelaksanaan skema OGT karena memiliki fasilitas akomodasi yang memadai serta fasilitas kesehatan yang cukup baik.

"Hal ini dimaksudkan dalam rangka perlindungan keamanan dan keselamatan jamaah umrah serta upaya meyakinkan para mitra kita di Arab Saudi bahwa Indonesia telah secara serius dan baik dalam menyiapkan jemaah umrah berikut dengan penerapan protokol kesehatan sesuai standar sejak sebelum diberangkatkan," kata Menag.

Baca juga: Menag sebut WNI bisa masuk Arab Saudi tanpa vaksin penguat
Baca juga: Menag: Indonesia masuk prioritas untuk haji dan umrah
Pewarta : Asep Firmansyah
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021