100 anak eks-pejuang Timor Timur dipekerjakan di BUMN

100 anak eks-pejuang Timor Timur dipekerjakan di BUMN

Perwakilan warga eks-Timor Timur berpose dengan Presiden Joko Widodo di Jakarta, Kamis (25/11/2021). (ANTARA/HO-Juru Bicara Untas Florencio Mario Vieira.

Kupang (ANTARA) - Juru Bicara Uni Timor Aswain (Untas) Florencio Mario Vieira mengatakan 100 anak para eks-pejuang Timor Timur akan dipekerjakan di berbagai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

"Kami menyerahkan 100 orang putra-putri eks-pejuang maupun WNI asal Timor Timur untuk dipekerjakan pada BUMN-BUMN," katanya dalam keterangan yang diterima di Kupang, Jumat.

Ia mengatakan hal itu terkait dengan hasil pertemuan 18 utusan dari dua organisasi, yaitu Forum Komunikasi Pejuang Timor Timur (FK PTT) dan Untas yang memayungi semua masyarakat kelahiran Timor Timur (sekarang Timor Leste) dengan Presiden Joko Widodo di Jakarta, Kamis (25/11).

Baca juga: 11.485 eks pejuang Timor Timur dapat penghargaan dari Kemhan

Usulan 100 nama tersebut, kata dia, atas permintaan Presiden Jokowi sebagai bentuk perhatian negara terhadap nasib warga eks-Timor Timur yang telah memilih bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Presiden menugaskan Menteri Sekretaris Kabinet untuk menelaah dan menindaklanjuti 100 nama yang diusulkan untuk dipekerjakan pada BUMN-BUMN," katanya.

Florencio mengatakan FK PTT dan Untas mengapresiasi kesediaan Presiden Jokowi untuk mendengarkan dan merespons keluhan warga eks-Timor Timor.

Pertemuan dengan Presiden juga suatu kehormatan sekaligus mengangkat kembali harkat dan martabat para pejuang dan WNI asal Timor Timur di Indonesia.

"Bahwa perjuangan mereka sungguh dihargai negara sekaligus menunjukkan bahwa mereka bukan warga negara kelas dua di Indonesia," katanya.

Baca juga: Warga eks Timor Timur berharap pemimpin negara yang Pancasilais
Baca juga: Polda NTT salurkan bantuan untuk warga eks Tim-Tim terdampak bencana
Baca juga: Untas apresiasi penghargaan patriot ribuan eks-pejuang Timtim
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2021