Tingkat kesembuhan dari penyakit COVID-19 di Batam capai 96,71 persen

Tingkat kesembuhan dari penyakit COVID-19 di Batam capai 96,71 persen

Seorang anggota TNI menyuntikkan vaksin COVID-19 kepada warga di Kota Batam Kepulauan Riau beberapa waktu lalu. ANTARA/Naim.

Batam (ANTARA) - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Kota Batam, Kepulauan Riau, mencatat tingkat kesembuhan dari infeksi virus corona di daerah setempat mencapai 96,71 persen pada Jumat.

Dari sebanyak 25.833 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 sejak awal pandemi hingga Jumat, sebanyak 24.983 orang di antaranya dinyatakan pulih atau sembuh.

"Tingkat kesembuhan 96,71 persen, tingkat kematian 3,25 persen, dan kasus aktif 0,04 persen," demikian laporan Satgas yang disampaikan Kepala Dinas Kominfo Kota Batam Azril Apriansyah di Batam, Jumat.

Baca juga: Sebanyak 83,58 persen remaja Batam telah divaksinasi COVID-19

Satgas juga mencatat total warga yang meninggal karena COVID-19 sebanyak 840 orang, menyisakan 10 orang yang masih aktif COVID-19.

Dari 10 kasus aktif COVID-19, sebanyak tujuh orang di antaranya menjalani isolasi mandiri, dan tiga orang lainnya dirawat di rumah sakit rujukan.

Pada hari ini, Satgas mencatat tidak ada tambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19, nol sembuh dan nol meninggal.

Baca juga: Pemkot siapkan Batam jadi tuan rumah rangkaian kegiatan KTT G20

Sementara itu, penyebaran virus corona relatif dapat dikendalikan. Kini tidak ada lagi kecamatan dengan zona merah.

Di daerah pulau-pulau penyangga, dari tiga kecamatan "hinterland", Belakangpadang, Bulang dan Galang, semuanya menjadi zona hijau COVID-19.

Sedangkan di pulau utama, dari sembilan kecamatan, lima di antaranya zona hijau yaitu Sekupang, Batuampar, Bengkong, Sei Beduk dan Sagulung.

Baca juga: 98 PMI dirawat di RSKI Pulau Galang

Sedang empat kecamatan lainnya zona kuning yaitu Lubukbaja, Nongsa, Batuaji dan Batam Kota.

Masih dalam laporan Satgas disebutkan, dari 840 kasus meninggal di Batam, 432 di antaranya tanpa komorbid, dan 408 lainnya dengan komorbid.

Tercatat, penyakit komorbid paling tinggi pada kasus kematian COVID-19 adalah diabetes melitus sebanyak 215 kasus, hipertensi sebanyak 181 kasus, dan pneumonia sebanyak 104 kasus.

Masih dari laporan Satgas, hasil asesmen situasi COVID-19 Batam per 10 November 2021 adalah level 1.

Baca juga: 24.983 warga Batam sembuh dari COVID-19

Disebutkan, kasus konformasi 0,19 per 100 ribu penduduk per pekan, rawat inap 0,19 per 100 ribu penduduk per pekan, dan kematian 0,00 per 100 ribu penduduk per pekan.

Kapasitas respons juga dinilai memadai dengan testing sebesar 0,01 persen positivity rate per pekan, tracing 26,67 rasio kontak erat per kasus konfirmasi per pekan dan treatment 1,17 BOR per pekan.

Begitu pula dengan vaksinasi dinilai memadai, secara total mencapai 97,88 persen untuk dosis pertama, dan untuk lansia sudah mencapai 63,87 persen untuk dosis pertama.

Baca juga: KKP Batam catat 727 kru kapal terkonfirmasi positif COVID-19
 
Pewarta : Yuniati Jannatun Naim
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021