Banjir rusak warung dan rendam rumah serta fasum di Sukabumi

Banjir rusak warung dan rendam rumah serta fasum di Sukabumi

Relawan PMI Kabupaten Sukabumi bergotong royong bersama warga Jalan Cagak, Gank Maloyot Pesantren, Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jabar, untuk memperbaiki saluran air yang tersumbat pada kejadian banjir yang merendam beberapa rumah warga dan merusak satu warung akibat meluapnya aliran sungai pada Selasa, (9/11/2021). ANTARA/Aditya Rohman.

Sukabumi, Jabar (ANTARA) - Hujan deras yang mengguyur beberapa daerah di Kota dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, sejak siang hingga malam pada Selasa memicu terjadinya banjir yang mengakibatkan satu warung rusak terseret arus banjir dan merendam sejumlah rumah serta fasilitas umum lainnya.

Pantauan di lapangan dan informasi dari petugas penanggulangan bencana, banjir yang merusak satu unit warung dan merendam sejumlah rumah dan jalan raya terjadi Jalan Cagak, Gank Maloyot Pesantren, Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi. Sementara, banjir juga merendam sebagian Jalan Lingkar Selatan dan Terminal Tipe A KH Ahmad Sanusi, Kota Sukabumi.

"Banjir yang terjadi di Desa Cibatu ini satu unit warung yang menjual es kelapa rusak sedang dan merendam sejumlah rumah warga. Hingga kini personel masih berada di lokasi untuk mendata rumah yang terdampak banjir," kata Staf Humas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sukabumi Ariel Solehudin kepada wartawan di Sukabumi, Selasa malam.

Menurutnya, banjir di daerah tersebut selain dipicu hujan deras yang mengguyur dari siang hingga malam, juga diakibatkan aliran sungai yang berada dan melintas di sekitar permukiman warga dan jalan raya tidak bisa lagi menampung volume air yang terus bertambah sehingga airnya meluap.

Baca juga: Banjir rob di Dadap Tangerang rendam tiga RW

Baca juga: Kabupaten Sintang sediakan 32 tempat pengungsian untuk korban banjir


Selain itu, kondisi drainase yang tidak berfungsi sehingga air tidak bisa terserap dan dampak air sungai yang meluap tersebut masuk ke permukiman warga dan merendam jalan raya. Meskipun air tidak terlalu tinggi tetapi alirannya cukup deras yang akibat satu unit warung yang juga merupakan warga beberapa bagiannya terbawa hanyut.

"Untuk meminimalisasi dampaknya kami sudah mengerahkan personel untuk membantu warga menanggulangi banjir agar tidak semakin meluas dengan memperbaiki saluran air dan membantu membersihkan rumah warga yang terdampak. Pada peristiwa ini tidak mengakibatkan jatuhnya korban," ucap Iding sapaan akrabnya.

Ia mengatakan hujan hingga saat ini masih turun hingga saat ini walaupun gerimis tetapi tidak menutup kemungkinan kembali turun hujan deras maka dari itu warga diimbau untuk waspada, meskipun saat ini banjir sudah surut.

Sementara, banjir air hujan yang merendam Jalur Lingkar Selatan dan Terminal Tipe A, Kelurahan Kota Sukabumi diduga akibat drainase yang kurang berfungsi ditambah banyaknya sampah plastik yang dibuang sembarang oleh oknum tidak bertanggung jawab.

Tidak hanya itu, rumah warga yang berada di belakang terminal pun ikut terendam banjir dengan ketinggian kurang lebih 30 cm bahkan di beberapa titik ketinggian air mencapai 50 cm. "Hingga malam hari, kami masih bersiaga dan menurunkan kendaraan taktis dan perahu karet untuk membantu evakuasi antisipasi adanya warga yang terjebak banjir," kata Staff Pelayanan PMI Kota Sukabumi Dinar Muhamad.
Pewarta : Aditia Aulia Rohman
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2021