Unkhair Maluku Utara tanam 6.900 bibit mangrove di Pulau Obi

Unkhair Maluku Utara tanam 6.900 bibit mangrove di Pulau Obi

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Maluku Utara manggandeng Kelompok Peduli Mangrove melakukan penanaman bibit mangrove tahap dua sebanyak 6.900 bibit di area seluas 6,5 hektare di Pulau Obi, Malut.  (ANTARA/Abdul Fatah)

Ternate (ANTARA) - Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Maluku Utara menggandeng Kelompok Peduli Mangrove melakukan penanaman bibit mangrove tahap dua sebanyak 6.900 bibit di area seluas 6,5 hektare di Pulau Obi, Malut.

Dekan FPIK Unkhair DR M Janib Achmad di Ternate, Rabu, menjelaskan, mayoritas penanaman dan pemantauan mangrove dilakukan kelompok mahasiswa hingga pemeliharaan berbasis masyarakat ini telah terlihat hasilnya.

"Saat ini, bibit yang ditanam pada tahap perdana telah tumbuh setinggi 1 meter dan kegiatan rehabilitasi mangrove dan edukasi lingkungan akan berlanjut pada tahap tiga pada 2022 nanti dan sebelumnya telah dilakukan penanaman 2.500 bibit mangrove di Desa Soligi, Obi Selatan, dimana ribuan bibit itu ditanam di area pesisir seluas 2,8 hektare yang dianggap rawan terjadinya pengikisan tanah oleh aliran air (erosi) dan pengikisan permukaan tanah akibat hempasan ombak (abrasi)," ujarnya.

Janid mengatakan, kegiatan yang didukung oleh Harit Nickel ini memiliki beberapa manfaat antara lain membantu menjaga ekosistem terumbu karang dan berpotensi menghasilkan pertumbuhan ekonomi ketika mangrove dapat dirawat dengan baik.

Penanaman bibit mangrove yang berlangsung pada 25—28 Oktober 2021 ini bukanlah yang pertama kali diselenggarakan di Desa Soligi. Sebelumnya, pada April 2021 lalu, Kelompok Peduli Mangrove dan FPIK Unkhair telah menanam 4.400 bibit mangrove.

Baca juga: BRGM percepat restorasi ekosistem gambut dan mangrove

Baca juga: BRIN dorong terbentuknya repositori data mangrove Indonesia


Sehingga, dengan adanya penanaman tahap kedua ini, maka jumlah bibit mangrove yang telah tertanam sebanyak 6.900 bibit di area seluas 6,5 hektare.

Kelompok Peduli Mangrove terdiri dari lima kelompok, setiap kelompok beranggotakan 10 orang. Para anggota yang merupakan pelajar SMP dan SMA Desa Soligi itu tidak hanya bertugas menanam bibit, tetapi juga merawat dan memantaunya secara berkala. Mereka pun mendapat bimbingan dari para mahasiswa FPIK Unkhair agar memahami bagaimana cara rehabilitasi mangrove yang baik.

"Melalui kegiatan ini, masyarakat juga menjadi semakin menyadari arti penting keberadaan mangrove," ujar Janib.

Sementara itu, Rusman selaku Koordinator Kelompok Peduli Mangrove menyampaikan apresiasinya terhadap program peduli lingkungan ini.

Menurut dia, perusahaan dan FPIK Unkhair telah berkontribusi mewujudkan masa depan yang lebih baik dengan pembinaan kelompok dan penyediaan bibit mangrove.

"Kami berterima kasih karena daerah kami dipilih menjadi tempat rehabilitasi mangrove, semoga bisa berlanjut dan berdampak positif baik secara ekosistem dan juga ekonomi masyarakat," ujarnya.

Head of External Relations Harita Nickel Stevi Thomas mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat.

"Secara konsisten kami melakukan sosialisasi dan pembinaan untuk menguatkan kapasitas dan pengetahuan masyarakat. Kami berharap agar masyarakat dapat memanfaatkan dan mengawasi secara mandiri sumber daya yang mereka miliki," ujarnya.

Selain melibatkan Kelompok Peduli Mangrove, Harita Nickel dan FPIK Unkhair juga melibatkan masyarakat umum. Proses penanaman dan pemeliharaan mangrove ini diharapkan mampu mengembalikan fungsi hutan mangrove dan memitigasi perubahan iklim.

Baca juga: Peduli ekosistem laut, elemen di Malut kelola mangrove-satwa liar

Baca juga: BRGM terapkan strategi 3R, dukung komitmen RI kurangi gas rumah kaca

 
Pewarta : Abdul Fatah
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021