Satgas: Danrem 033 berjasa tangkal COVID-19 dari luar negeri

Satgas: Danrem 033 berjasa tangkal COVID-19 dari luar negeri

PMI asal Malaysia dipulangkan ke Indonesia melalui Pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura, Tanjungpinang beberapa waktu lalu (ANTARA/Nikolas Panama)

Tanjungpinang (ANTARA) - Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau menyatakan Komandan Korem 033/Wira Pratama, Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu berjasa menangkal penularan COVID-19 dari luar negeri, selain ikut berperan aktif dalam melaksanakan vaksinasi massal.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Kepri Tjetjep Yudiana, di Tanjungpinang, Senin, mengatakan peran Jimmy Ramoz sangat besar dalam menangani pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Malaysia dan Singapura.

Sebelum Jimmy ditetapkan sebagai Ketua Satgas Pemulangan PMI Kepri, penanganan PMI yang tiba di Batam dan Tanjungpinang tidak teratur. Saat itu, sistem pencegahan COVID-19 pun belum terlaksana secara maksimal sehingga muncul dugaan ada PMI yang menyebarkan varian baru COVID-19 di Batam.

Dugaan itu muncul bukan tanpa sebab. Menurut dia, persoalan muncul ketika seluruh PMI digabungkan dalam satu tempat, seperti hotel dan tempat penampungan lainnya sebelum mengetahui hasil tes PCR. Sementara hasil tes PCR baru diketahui hingga tiga hari.

Baca juga: 1.395 PMI masih dikarantina COVID-19 di Batam

Baca juga: 224 orang PMI dirawat di RSKI Pulau Galang karena positif COVID-19


Jika ada PMI yang positif COVID-19 saat itu, maka kondisinya akan semakin memprihatinkan karena ada banyak orang yang kemungkinan tertular.

Persoalan lain juga muncul ketika PMI diisolasi di hotel sambil menunggu hasil tes usap PCR. Kasus positif baru dibawa ke Rumah Sakit Galang, Batam. Selama mereka di hotel, kurang diawasi sehingga ada yang keluyuran hingga ke mall.

"Kalau ada yang positif kemudian keluyuran ke mall, ini menjadi masalah besar," katanya.

Semua permasalahan itu sudah tidak terjadi lagi setelah Brigjen Jimmy Ramoz memimpin Satgas Pemulangan PMI Kepri. Sistem berjalan dengan baik, dengan pengawasan yang ketat dari anggota satgas.

Pemisahan antara PMI yang positif COVID-19 dengan yang sehat dilakukan pada kesempatan pertama sehingga tidak menyebar.

"Sekarang jauh lebih baik. PMI yang tertular COVID-19 ditangani secara maksimal di RSKI Galang, dan PMI yang sehat menjalani isolasi mandiri di Rusun Batam. Semuanya terkendali dengan baik," katanya.

Berdasarkan data, jumlah PMI yang dirawat di RSKI Galang sebanyak 129 orang.*

Baca juga: KKP: 5-10 persen pekerja migran yang tiba di Batam positif COVID-19

Baca juga: Setiap PMI akan divaksinasi COVID-19 saat dikarantina di Batam
Pewarta : Nikolas Panama
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021