F-PKB DPR gunakan cara unik rayakan Hari Santri

F-PKB DPR gunakan cara unik rayakan Hari Santri

Sebanyak 58 anggota Fraksi PKB DPR mengenakan kain sarung beragam motif saat menghadiri Rapat Paripurna DPR, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin. ANTARA/Dokumentasi Pribadi

Jakarta (ANTARA) - Fraksi PKB DPR menggunakan cara unik dalam merayakan Hari Santri 2021 yaitu sebanyak 58 anggota F-PKB yang hadir di Rapat Paripurna DPR pada Senin mengenakan kain sarung beragam motif.

“Kain sarung merupakan pakaian khas santri yang sehari-hari dipakai saat mereka menempuh pendidikan di pesantren atau saat mereka sudah berkiprah di tengah masyarakat. Kain sarung juga menjadi ciri khas dari masyarakat kita di berbagai pelosok Indonesia," kata Ketua Fraksi PKB DPR, Cucun Syamsurijal, Senin.

Ia mengatakan, kain khas santri itu dipadupadakan dengan jas maupun kebaya sehingga menghadirkan nuansa religius sekaligus modern.

Baca juga: Gus Yahya: PT NU kembangkan kapasitas rohani mahasiswa

Ia menjelaskan pilihan untuk memakai kain sarung saat pembukaan masa sidang kedua merupakan dari rangkaian peringatan Hari Santri 2021.

Menurut dia, menggunakan kain sarung dalam forum resmi kenegaraan juga menjadi simbol jika saat ini peran santri telah resmi diakui negara melalui berbagai regulasi kebijakan maupun kesetaraan perlakuan.

"Jika di masa lalu ada upaya untuk meminggirkan peran santri dan pesantren, namun alhamdulillah saat ini negara memandang pesantren sebagai entitas penting sebagaimana entitas lain dalam upaya bersama membangun Indonesia," ujarnya.

Ia bersyukur perjuangan F-PKB DPR dalam mendorong berbagai regulasi untuk pesantren dalam beberapa tahun terakhir membuahkan hasil.

Baca juga: Hidayat Nur Wahid minta santri-pemuda berkontribusi bagi kejayaan NKRI

Menurut dia, F-PKB DPR berhasil menginisiasi dan mengawal Rancangan Undang-Undang Pesantren dan Pendidikan Madrasah sejak 2014 disahkan menjadi UU Nomor 18/2019 tentang Pesantren.

Selain itu dia menjelaskan, upaya untuk mengawal realisasi dana abadi pesantren sebagai amanat UU Pesantren juga berbuah manis dengan disahkannya Peraturan Presiden Nomor 82/2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pendidikan Pesantren.

"Kami tentu bersyukur mampu mengoptimalkan peran kami di parlemen baik melalui penganggaran, legislasi, maupun pengawasan untuk melahirkan berbagai kebijakan yang berpihak kepada santri dan pesantren di Indonesia," katanya.

Baca juga: Mahfud MD sebut mobilitas kaum santri berjalan cepat

Ia menegaskan, F-PKB DPR akan terus berkomitmen mengawal kepentingan santri dan pesantren melalui perjuangan di parlemen. Selain itu menurut dia, F-PKB DPR juga akan mengoptimalkan berbagai jaringan mitra di eksekutif untuk menjaga keberpihakkan ke dunia pesantren.

"Kami yakin pesantren adalah salah satu kekayaan intelektual yang dimiliki bangsa Indonesia. Kami berharap lembaga pendidikan ini akan eksis dalam melahirkan para generasi bangsa yang tidak hanya matang secara intelektual tetapi juga secara spiritual," ujarnya.

Ia mengatakan, sesuai arahan Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar, F-PKB DPR akan mengawal pesantren untuk menjadi lokomotif kesejahteraan Indonesia.

Baca juga: Ketua DPD nilai pesantren punya peran konkret bagi negara

Menurut dia, pesantren dengan berbagai potensi yang dimilikinya sangat potensial menjadi pendorong roda perekonomian di tanah air karena punya ribuan santri, jaringan alumni, hingga khasanah ilmu yang bisa mendorong kesejahteraan bagi Indonesia.

Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2021