Ketua DPD desak polisi usut kebocoran data nasabah Bank Jatim

Ketua DPD desak polisi usut kebocoran data nasabah Bank Jatim

Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti. ANTARA/HO-Humas DPD.

Jakarta (ANTARA) - Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti mendesak kepolisian untuk mengusut kasus kebocoran data nasabah Bank Jatim yang diduga diperjualbelikan oleh peretas di forum peretas seharga 250 dolar AS.

"Tentu Bank Jatim harus bertanggung jawab atas hal ini. Publik menunggu penjelasan mereka. Polisi pun harus bertindak cepat mengusut kasus ini hingga tuntas," kata La Nyalla dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.

Data nasabah yang bocor dijajakan oleh para peretas di situs RaidForums oleh akun bernama pengguna @bl4ckt0r dengan besaran data yang ditawarkan kepada pembeli berukuran 378 gigabita.

Data tersebut meliputi 259 database yang berisikan informasi sensitif, seperti data nasabah, data karyawan, data keuangan pribadi, dan data lainnya.

"Ini jelas-jelas merugikan masyarakat," katanya..

Anggota DPD RI  asal Jawa Timur itu menilai peristiwa kebocoran data yang terjadi berulang kali menunjukkan bahwa perlindungan data di Indonesia masih sangat lemah dan mudah diretas oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Bahkan, para peretas mengambil keuntungan pribadi dari aksi kejahatan tersebut dengan merugikan orang dalam jumlah masif.

"Saya kira perlu digital forensik dan penguatan sistem perlindungan agar peristiwa serupa ke depan tidak terjadi lagi," katanya.

Menurut La Nyalla, kebocoran tersebut tidak hanya berakhir pada penjualan data, namun juga bisa berimplikasi ke berbagai kejahatan lainnya.

Ia menekankan bahwa bukan berarti tidak mungkin kejahatan lain berbekal data dari para nasabah dapat terjadi sebab mereka telah memiliki data valid secara perinci.

"Kejahatan lain bisa saja timbul dan akan mengancam stabilitas keamanan masyarakat," ucap La Nyalla.

Kasus jual beli data, bagi Senator asal Jawa Timur ini, harus menjadi perhatian pemerintah dan harus segera melakukan penanganan. Negara tidak boleh membiarkan kejahatan ini terus berlangsung.

Berkaca dari peristiwa yang menimpa Bank Jatim, La Nyalla mendorong agar setiap lembaga harus membuat penguatan sistem keamanan digital dan sumber daya manusia (SDM) pun harus terus ditingkatkan.

"Penguasaan teknologi pada setiap sistem, baik sistem perbankan maupun lainnya yang rawan keamanan, harus menjadi fokus perhatian dan segera dilakukan penanganan oleh ahli IT," kata La Nyalla.

Pada saat yang sama, La Nyalla juga mendesak agar pemerintah segera merampungkan UU Pelindungan Data Pribadi (PDP) agar pemerintah memiliki langkah konkret dalam melindungi data penting.

Baca juga: Database KPAI dan Bank Jatim terindikasi dijual di RaidForums

Baca juga: ELSAM: RUU PDP harus atur pelindungan data pribadi anak
Pewarta : Putu Indah Savitri
Editor: D.Dj. Kliwantoro
COPYRIGHT © ANTARA 2021