BNPB apresiasi kreatifitas unsur pentaheliks melalui Tangguh Awards

BNPB apresiasi kreatifitas unsur pentaheliks melalui Tangguh Awards

Kepala BNPB Ganip Warsito (tengah), Gubernur Maluku Murad Ismail (kedua kiri), Sekretaris Utama BNPB Lilik Kurniawan (kanan) berpose bersama pemenang Tangguh Award 2021 di Ambon. ANTARA/Hp/Pusdatin BNPB

Ambon (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menganugerahkan penghargaan Tangguh Awards kepada unsur pentaheliks yang memenangkan lomba kreativitas terkait edukasi dan dokumentasi kebencanaan di Tanah Air.

"Mereka yang berkontribusi melalui karya seni merupakan bagian dari unsur pentaheliks dalam penanggulangan bencana di Tanah Air," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam siaran pers diterima  di Ambon, Kamis.

BNPB melalui Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan menyelenggarakan lomba kreatifitas kebencanaan setiap tahun. Lomba tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang pada tahun 2021 dipusatkan di Kota Ambon.

Penghargaan Tangguh Awards yang digelar untuk semua kalangan di seluruh Nusantara sejak tahun 2012, menjadi ruang untuk menarik minat sekaligus menyalurkan kreatifitas masyarakat dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan maupun pengalaman di bidang kebencanaan.

Partisipasi masyarakat melalui Tangguh Awards dengan tema “Berkarya dalam Penanggulangan Bencana” menghadirkan inovasi sosialisasi dan edukasi kebencanaan yang kreatif dengan tiga kategori, antara lain foto, video pendek dan komik strip.

Pada tahun 2021, tercatat 1.041 karya yang masuk untuk mengikuti lomba antara lain 883 karya fotografi, 88 karya video pendek dan 70 karya komik strip yang telah dihimpun sejak Juni hingga September 2021.

"Hadirnya Tangguh Awards ini juga mendorong partisipasi dan kesadaran bersama dalam membangun ketangguhan bangsa menghadapi bencana," katanya.
Baca juga: 44 komunitas peduli sungai di Maluku raih penghargaan BNPB
Baca juga: BNPB beri penghargaan kepada 445 relawan prokes PON XX Papua


Penyerahan Tangguh Awards tersebut berlangsung pada puncak acara Peringatan Bulan Pengurangan Risiko Bencana 2021 di Kota Ambon, Provinsi Maluku, Rabu (20/10).

Abdul Muhari menjelaskan, berdasarkan penilaian juri profesional Tangguh Awards 2021 untuk kategori foto dimenangkan I Wayan Surya Edy Gautama dengan judul “Tangguh Berkarya Menangani Jasad Korban Pandemi dengan cara yang Bermartabat”, sedangkan video Pendek oleh Muhammad Riski Ramadhan dengan judul “Edukasi Gempa dan Tsunami” dan komik Strip diraih Nana Maulana dengan judul “Panel Surya Menyemai Cerita”

Penghargaan kepada para pemenang Tangguh Awards diserahkan secara langsung oleh Kepala BNPB Ganip Warsito, Sekretaris Utama BNPB Lilik Kurniawan dan Gubernur Maluku Murad Ismail bertepatan dengan puncak peringatan Bulan PRB di Ambon, Rabu (20/10)

Pemenang kategori foto I Wayan Surya Edy Gautama menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan BNPB melalui perlombaan Tangguh Awards sehingga dapat menjadi ruang berkarya sekaligus membagikan pengetahuan kebencanaan.

“Saya berterima kasih atas apresiasi yang diberikan BNPB, semoga ini dapat terus menginspirasi kami untuk berkarya dalam mendukung upaya penanggulangan bencana,” ujar Wayan.

Peduli lingkungan
Abdul Muhari juga menjelaskan, BNPB memanfaatkan kegiatan peringatan Bulan PRB 2021 dengan mengangkat tema kepedulian terhadap lingkungan hidup dan pengetahuan sejarah mengenai potensi bencana yang terdapat di Indonesia dengan mengadopsi kerang raksasa Kima (Tridacna gigas) sebagai tropi kepada para pemenang Tangguh Award.

Salah satu penghargaan yang diberikan kepada para pemenang berupa tropi yang diciptakan dari daur ulang kertas bekas dan dibentuk menyerupai fosil kerang raksasa itu.

"Kerang kima yang ditemukan di perairan timur Indonesia dapat menjadi penanda dari bencana geologi yang pernah terjadi bahkan ribuan tahun sebelum saat ini. Kerang ini berada di kedalaman 20 meter di bawah laut. Tapi beberapa tahun lalu ekspedisi TNI menjelajah pulau terluar di daerah timur dan menemukan kerang ini berada di ketinggian 154 meter di atas permukaan laut," ujarnya.

Melihat peristiwa ini, BNPB kembali mengkaji proses geologi yang mungkin saja terjadi, seperti gempa dan tsunami. "Hal ini membuktikan pada dunia bahwa kawasan Indonesia memiliki sejarah geologi yang unik dan memiliki potensi bencana bila tidak kita ketahui," demikian Abdul Muhari.
Baca juga: ILUNI UI raih penghargaan atas kontribusi dalam penanggulangan bencana
Baca juga: DKI terima penghargaan dari BNPB terkait penanggulangan bencana
Pewarta : Jimmy Ayal
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2021