Berburu kuliner hingga kerajinan lokal di Gaziantep, Turki

Berburu kuliner hingga kerajinan lokal di Gaziantep, Turki

Sajian baklava yang bisa ditemui di Gaziantep, Turki. ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira/am.

Gaziantep, Turki (ANTARA) - Berkelana ke Turki bagian tenggara yang memiliki cuaca lebih hangat, menjadi pengalaman yang begitu baru jika dibandingkan dengan berjalan-jalan di kota-kota besar seperti Istanbul dan Ankara.

Salah satu kota di tenggara Turki yang menarik untuk dieksplorasi adalah Gaziantep, yang terkenal akan peninggalan sejarah dan budaya, kuliner khas, hingga kerajinan lokal nan unik dan ramah di kantong para pelancong.

Secara geografis, kota kuno Gaziantep sendiri terletak di persimpangan Mesopotamia dan Mediterania, di sepanjang Jalur Sutra yang bersejarah. Selama berabad-abad, kota ini telah menjadi tempat lahirnya peradaban, dan telah menganut berbagai budaya dan gaya hidup selama beberapa generasi.

Berikut sejumlah rekomendasi destinasi dan kegiatan yang bisa Anda lakukan di kota yang juga merupakan salah satu kota industri di Turki ini.

Baca juga: Menggali warisan sejarah dan peradaban terpendam di Sanliurfa, Turki

Baca juga: Berkelana di Mardin, kota kuno di tenggara Turki nan eksotis


Kastil dan Museum Gaziantep
 
Eksterior Kastil dan Museum Gaziantep, Turki saat malam hari. (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)


Gaziantep dengan budaya, warisan, dan sejarahnya yang kaya adalah tujuan wisata yang benar-benar menakjubkan. Salah satu tempat yang bisa Anda kunjungi adalah Kastil dan Museum Gaziantep, yang terletak di atas bukit raksasa yang menghadap ke kota.

Menurut penggalian arkeologi terbaru, kastil tersebut pertama kali dibangun sebagai menara pengawas Romawi dan diperluas dari waktu ke waktu.

Galeri kastil sekarang digunakan sebagai Museum Panorama Pertahanan dan Kepahlawanan Gaziantep, di mana Anda dapat menilik kembali peristiwa Perang Kemerdekaan Turki di Gaziantep.

Museum Mosaik Zeugma
Museum Mosaik Zeugma adalah salah satu museum mosaik terbesar di dunia, dan rumah bagi beberapa koleksi mosaik paling spektakuler yang menggambarkan dewa-dewa mitologis di lantai vila kuno, kolam renang, ruang makan, dan di dinding bangunan-bangunan di masa lalu.

Di sini, Anda bisa mempelajari bagaimana kaitan mosaik dengan banyak aspek kehidupan di zaman lampau, tak terkecuali dari sisi seni, hingga status dan hirearki sosial.
"Gadis Gipsi" yang legendaris, ditemukan di Museum Mosaik Gaziantep, Turki. (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)


Patung perunggu Mars (Ares), dewa perang, adalah salah satu karya paling mencolok yang dipamerkan di Museum Mosaik Zeugma.

Namun, yang paling terkenal adalah mosaik "Gadis Gipsi" yang baru-baru ini dikembalikan ke Turki dari Amerika Serikat.

ANTARA akan mengulas Museum Mosaik Zeugma bersama dengan museum mosaik lainnya di tenggara Turki melalui artikel selanjutnya.

Baca juga: Turki perkenalkan Karahantepe sebagai proyek warisan Neolitikum

Baca juga: Turki perkenalkan Tas Tepeler, buka wawasan tentang peradaban manusia


Halaman selanjutnya: Caravanserai dan Bazar

Caravanserai dan Bazar

Salah satu bazar tradisional yang terletak di pusat kota Gaziantep, Turki. (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)


Gaziantep menampilkan beberapa arsitektur paling rumit dalam sejarah. Caravanserai lokal dan bazaar jalanan pasti akan memukau para pelancong yang baru pertama kali mengunjunginya.

Beberapa tempat populer termasuk Zincirli Bedesten, Gümrük Han, dan Bakrclar ars. Di sini, Anda dapat membeli produk lokal, pistachio, serta kerajinan dan peralatan yang dibuat dari tembaga.

Saat berbelanja membuat Anda lelah, Anda dapat beristirahat sejenak untuk menikmati secangkir kopi tradisional Turki yang baru diseduh. Senja di Gaziantep juga menjadi memori yang layak untuk diabadikan saat Anda menikmati seduhan kopi tersebut.

Kuliner: baklava, lokum, hingga kebab

Gaziantep sendiri dinobatkan sebagai "Kota Gastronomi" dan dimasukkan ke dalam Jaringan Kota Kreatif UNESCO karena dinilai memiliki warisan kulinernya yang kaya.

Turki adalah salah satu produsen pistachio terbesar di dunia dan Gaziantep adalah "ibu kota" dari pistachio. Tak heran jika Anda akan menemukan banyak sekali gerai makanan penutup khas Turki, Baklava, yang tak lepas dari rasa dan tekstur khas kacang tersebut.

Katmer adalah kuliner Gaziantep terkenal lainnya. Biasanya dikonsumsi saat sarapan dengan segelas susu, teh hitam Turki, atau sesendok krim kental di atasnya.

Selanjutnya, Anda juga bisa mencicipi kopi Terebinth (Menengiç Kahvesi), yang merupakan jenis minuman panas yang dibuat dengan menggunakan buah dari pohon terebinth.

Meskipun disebut "kopi," tidak mengandung kafein, yang membuatnya menjadi alternatif yang lebih sehat untuk senama berkafein.

Yang tidak boleh terlewatkan saat berkunjung ke Turki terutama Gaziantep, adalah menjajal kebab khasnya yang bernama Küleme Kebab.

Di Gaziantep, ada banyak sekali jenis kebab yang dibuat dengan daging domba, sapi, kambing, dan ayam. Keistimewaan kota ini adalah küleme kebab yang dibuat dengan bagian paling lembut dari tulang betis hewan-hewan tersebut..
Es krim dan baklava dengan sajian cokelat dan pistachio yang ditemukan di salah satu bazar tradisional yang terletak di pusat kota Gaziantep, Turki. (ANTARA/Arnidhya Nur Zhafira)


Kerajinan tangan

Selain kerajinan lokal yang populer di wilayah ini seperti barang tembaga, kerawang, hiasan mutiara, dan lainnya, kain kutnu dan sepatu Yaman adalah keunikan kota Gaziantep.

Kain kutnu (kutnu kuma) adalah jenis sutra khusus yang ditenun pada alat tenun yang dijalankan secara manual.

Kain ini telah ditenun di Gaziantep sejak abad ke-16, dan pernah menjadi salah satu jenis kain yang paling mahal di masa itu – di mana hanya Sultan Ottoman yang boleh memakainya.

Saat ini, siapa pun dapat membeli kutnu, dan teksturnya yang cerah dan lembut dijamin membuat Anda merasa seperti bangsawan.

Meski berada di Turki, terdapat oleh-oleh yang unik karena dinamakan sepatu Yaman. Ini adalah jenis sepatu / sandal datar (flat) buatan tangan (handmade) yang terbuat dari kulit, yang biasanya berwarna merah atau hitam.

Baca juga: Halfeti, kota yang sempat tenggelam dan kembali ke permukaan

Baca juga: Jalan-jalan di Turki secara virtual dari rumah


 
Pewarta : Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021