Tiga desa di Ogan Komering Ulu diterjang banjir bandang

Tiga desa di Ogan Komering Ulu diterjang banjir bandang

Jembatan gantung di Desa Lubuk Tupak, Kabupaten Ogan Komering Ulu, rusak berat akibat diterjang banjir bandang, Senin. ANTARA/Edo Purmana.

Baturaja (ANTARA) - Sebanyak tiga desa di Kecamatan Muara Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan diterjang banjir bandang yang terjadi pada Minggu (17/10) malam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ogan Komering Ulu (OKU), Amzar Kristopa di Baturaja, Senin mengatakan, intensitas curah hujan tinggi yang terjadi kemarin malam sejak pukul 19.25 WIB menyebabkan Sungai Ogan di wilayah Kecamatan Muara Jaya meluap hingga menimbulkan bencana banjir bandang.

Dalam musibah tersebut sebanyak tiga desa di kecamatan itu meliputi Desa Lubuk Tupak, Muara Saeh dan Desa Lontar diterjang banjir bandang dengan ketinggian air mencapai 1-1,5 meter.

Baca juga: Banjir bandang kembali terjang Kabupaten Gorontalo

"Beruntung dalam musibah ini tidak ada korban jiwa," kata Amzar didampingi Manager Pusdalops, Gunalfi .

Hanya saja, kata dia, akibat bencana alam tersebut ratusan rumah penduduk di tiga desa tersebut direndam banjir dengan ketinggian air mencapai 1,5 meter.

"Berdasarkan hasil pendataan tercatat sebanyak 140 rumah warga terdampak banjir," ungkapnya.

Selain itu, banjir tersebut juga merusak sejumlah fasilitas umum seperti balai desa, masjid dan sekolah tergenang air dengan ketinggian air antara 50-70 cm.

Bahkan, jembatan gantung di Desa Lubuk Tupak rusak berat akibat lantai jembatan sepanjang 15 meter itu hilang terseret arus sungai.

"Untuk kondisi saat ini air sudah mulai surut. Kami sudah menerjunkan personel dan alat berat untukku membersihkan material bekas banjir," ujarnya.

Meskipun air sudah surut, Ia tetap mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan guna mengantisipasi banjir susulan mengingat intensitas curah hujan di Kabupaten OKU diprediksi masih akan terjadi selama beberapa hari ke depan.

"Khususnya masyarakat yang bermukim di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) agar siaga menghadapi banjir susulan suapaya tidak menimbulkan korban jiwa," ujarnya.

Baca juga: BPBD Luwu sebut akses desa terisolir akibat longsor mulai terbuka
Baca juga: Empat orang meninggal akibat banjir bandang-longsor di Luwu
Pewarta : Edo Purmana
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2021