Rupiah masih lanjut menguat, ditopang optimisme membaiknya ekonomi RI

Rupiah masih lanjut menguat, ditopang optimisme membaiknya ekonomi RI

Ilustrasi - Karyawan menghitung mata uang rupiah di gerai penukaran mata uang asing di Jakarta Pusat. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan./aww.

Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan masih lanjut bergerak menguat, seiring optimisme membaiknya ekonomi nasional.

Rupiah pagi ini menguat 17 poin atau 0,12 persen ke posisi Rp14.058 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.075 per dolar AS.

"Saya lihat dari AS minim isu. Sementara karena tingkat 7DRR atau suku bunga acuan Indonesia masih di 3,5 persen sementara tingkat imbal hasil obligasi AS ada di kisaran 1,6 persen, terjadi peralihan minat dari dolar AS ke rupiah yang memiliki tingkat suku bunga dan imbal hasil yang lebih baik," kata Analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Nikolas Prasetia saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Selain itu, lanjut Nikolas, pada pekan kemarin ada sedikit optimisme dari Bank Indonesia (BI) terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2021 yang diperkirakan akan mencapai 5 persen.

"Ini dianggap cukup baik, karena setelah melalui gelombang kedua COVID yang ganas serta saat ini dengan kasus semakin sedikit dan ditambah usaha-usaha kembali dimulai, harapan 5 persen tersebut sudah cukup baik, walau sebelumnya pertumbuhan ada di sekitar 7 persen," ujar Nikolas.

Baca juga: Dolar goyah saat inflasi global melonjak, kiwi dan sterling menguat

Sementara itu jumlah kasus harian COVID-19 pada Minggu (17/10) kemarin mencapai 747 kasus sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif COVID-19 mencapai 4,23 juta kasus. Sedangkan jumlah kasus meninggal akibat terpapar COVID-19 mencapai 19 kasus sehingga totalnya mencapai 142.952 kasus.

Sementara itu jumlah kasus sembuh bertambah sebanyak 1.086 kasus sehingga total pasien sembuh mencapai 4,07 juta kasus. Dengan demikian, total kasus aktif COVID-19 mencapai 18.388 kasus.

Untuk vaksinasi, jumlah masyarakat yang sudah disuntik vaksin dosis pertama mencapai 107,5 juta orang dan vaksin dosis kedua 62,73 juta orang dari target 208 juta orang yang divaksin.

Pada Jumat (15/10) lalu rupiah ditutup menguat 43 poin atau 0,3 persen ke posisi Rp14.075 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.118 per dolar AS.

Baca juga: Rupiah diprediksi menguat seiring turunnya imbal hasil obligasi AS
 
Pewarta : Citro Atmoko
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021