RSUD Kudus tunggu pembayaran klaim layanan pasien COVID-19 Rp60 miliar

RSUD Kudus tunggu pembayaran klaim layanan pasien COVID-19 Rp60 miliar

RSUD Loekmono Hadi Kudus, Jawa Tengah. ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif.

Kudus (ANTARA) - RSUD Loekmono Hadi Kudus, Jawa Tengah, sebagai salah satu rumah sakit rujukan penanganan COVID-19 hingga kini masih menunggu pembayaran klaim sebesar Rp60 miliar.

"Klaim sebesar itu, merupakan klaim sejak Januari hingga September 2021," kata Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi Kudus Abdul Aziz Achyar di Kudus, Jumat.

Hingga kini kas rumah sakit belum terganggu meski klaim belum dibayarnya, ujarnya, karena masih memiliki cadangan dana dari sisa lebih pembiayaan anggaran tahun sebelumnya yang mencapai Rp60,48 miliar.

Sementara sumber pendapatan lainnya, yakni dari klaim BPJS Kesehatan sekitar Rp5 miliar per bulan, serta pelayanan pasien umum karena masih tersedia bangsal umum, kemudian bangsal jiwa, bangsal nifas dan bersalin serta PICU-NIKU yang tidak bisa diubah menjadi tempat isolasi COVID-19.

Baca juga: Cemari lingkungan, asap pembakaran limbah RSUD Kudus diprotes warga

Baca juga: RSUD Kudus tegaskan pemotongan insentif nakes bukan kebijakan direksi


Untuk klaim pembayaran pasien JKN-KIS dari BPJS Kesehatan, kata dia, sejauh ini berjalan lancar, sehingga setiap pengajuan klaim dalam waktu tidak sampai sebulan sudah terbayarkan.

Pengajuan klaim pembayaran yang terbaru, kata dia, berkisar Rp5 miliar juga sudah diterima, sehingga untuk saat ini tidak ada tunggakan.

Adanya pandemi COVID-19, memang berpengaruh terhadap pengajuan klaim pembayaran karena sebelum pandemi setiap bulan bisa mencapai Rp12 miliar, kini hanya berkisar Rp5 miliaran per bulan.

Hal tersebut, disebabkan karena jumlah warga yang berobat ke rumah sakit semakin berkurang dengan berbagai alasan. Di antaranya khawatir terpapar COVID-19 sehingga enggan berobat ke rumah sakit, kecuali dalam kondisi sakit parah.

Akibatnya tingkat keterisian tempat tidur (BOR) rawat inap rumah rakit juga menurun karena saat pandemi hanya berkisar 30-40 persen.

Terkait biaya operasional setiap bulan juga ada perbedaan dengan sebelumnya karena saat itu ada perubahan bangsal, menyusul ada beberapa bangsal yang dialihkan ke bangsal khusus pasien COVID-19. Sedangkan saat sekarang jumlah pasien COVID-19 semakin menurun dan pernah tidak ada pasien beberapa pekan sebelumnya.*

Baca juga: PR Sukun bantu perbaikan laboratorium biomolekuler RSUD Kudus

Baca juga: RSUD dr Moewardi Surakarta kirim 10 dokter spesialis ke Kudus
Pewarta : Akhmad Nazaruddin
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2021