UNICEF dorong Sorong jadi daerah model pendidikan keterampilan hidup

UNICEF dorong Sorong jadi daerah model pendidikan keterampilan hidup

Kepala Kantor UNICEF Perwakilan Papua dan Papua Barat, Aminuddin Mohammad Ramdan menyerahkan buku pendidikan keterampilan hidup kepada perwakilan guru di Sorong, Rabu (13/10/2021). ANTARA/Ernes Broning Kakisina.

Sorong, Papua Barat (ANTARA) - UNICEF menggandeng Universitas Pendidikan Muhammadiyah mendorong Kota dan Kabupaten Sorong,  Papua Barat, sebagai daerah percontohan pendidikan keterampilan hidup bagi remaja guna mengurangi perundungan.

Kepala Kantor UNICEF Perwakilan Papua dan Papua Barat, Aminuddin Mohammad Ramdan di Sorong, Rabu, mengatakan berdasarkan data dari Programme for International Student Assessment (PISA) pada tahun 2018, sebanyak 41 persen pelajar berusia 15 tahun pernah mengalami perundungan setidaknya beberapa kali dalam satu bulan.

Sedangkan data dari UNICEF sekitar 45 persen anak muda usia 14-24 tahun pernah mengalami perundungan secara daring dan anak laki-laki lebih banyak dibandingkan anak perempuan.

Baca juga: Indonesia-Unicef kerja sama tingkatkan kesejahteraan anak Indonesia

Dorongan tersebut ditandai dengan penyerahan buku dan pelatihan pendidikan keterampilan hidup serta pencegahan perundungan bagi para guru 30 sekolah atau SMP sasaran program di Kota dan Kabupaten Sorong.

Menurutnya, dunia pendidikan kurangnya partisipasi yang bermakna bagi remaja serta praktik perundungan merupakan masalah sosial seperti fenomena gunung es.

Dikatakan dengan adanya program pelatihan pendidikan keterampilan hidup serta pencegahan perundungan kepada tenaga pendidik terbukti meningkatkan partisipasi siswa untuk berteman secara positif dan mengurangi kasus bullying di sekolah sebanyak 29 persen dalam satu semester intervensi.

Baca juga: Pemerintah Aceh-Unicef luncurkan program kesejahteraan anak

Karena itu, praktik pendidikan keterampilan hidup dan pencegahan perundungan dapat dimulai dari kabupaten dan kota yang ada di Wilayah Papua Barat.

“Program ini sebagai upaya mendorong pengembangan pola pikir kritis yang tumbuh dari proses refleksi, identifikasi, mengevaluasi informasi yang ada dan penalaran sesuai dengan profil pelajar Pancasila yang menjadi prioritas Kemendikbudristek,” ujarnya.

Program pendidikan keterampilan hidup dan pencegahan perundungan mendapat dukungan Bupati Sorong Jhony Kamuru yang menyatakan komitmen pemerintah daerah dalam memajukan pendidikan di wilayahnya.

Baca juga: Unicef bantu 40 SD di Kabupaten Supiori kembangkan program calistung

Ia berpendapat bahwa sesuai visi misinya mencerdaskan masyarakat adalah investasi. Bukan hanya sekedar mencerdaskan dalam keahlian akademik tapi juga dalam perilaku yang sesuai dengan norma kemanusiaan, sehingga Pemda pun melalui RPJMD memasukkan pendidikan karakter menjadi prioritas penting pembangunan.

"Kita semua perlu meningkatkan dan memperkuat keterampilan hidup remaja dan meningkatkan daya saing mereka ke depan dengan hal-hal yang positif," katanya.

Ditambahkan penguatan kapasitas tenaga pendidik juga sangat penting dalam membangun karakter generasi muda saat ini, sebab sekolah menjadi garda terdepan dalam pendidikan karakter remaja, tentunya dengan dukungan penuh orang tua, keluarga dan lingkungan pergaulan.

Ia pun berharap dengan kegiatan pelatihan tersebut dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dan juga menurunkan kasus kekerasan dan perundungan pada remaja.
Pewarta : Ernes Broning Kakisina
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2021