Pemprov DKI siagakan pompa di 180 lokasi untuk antisipasi banjir

Pemprov DKI siagakan pompa di 180 lokasi untuk antisipasi banjir

Foto aerial banjir yang menggenangi terowongan lintas bawah (underpass) Jalan Letjend Soeprapto, Senen, Jakarta, Selasa (25/2/2020). Hujan deras sejak Senin, 24 Februari dini hari membuat sejumlah daerah di Ibu Kota tergenang banjir. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/pras.

Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiagakan ratusan unit pompa air yang ditempatkan di 180 lokasi untuk mengantisipasi banjir di Ibu Kota, terutama pada saat puncak musim hujan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Yusmada Faisal mengatakan, pompa yang disiapkan terdiri atas 480 pompa permanen (stasioner) dan 327 pompa portabel (mobile).

"Lokasi pompa kita itu ada di 180 titik termasuk yang ada di waduk, di pinggir-pinggir kali itu jumlahnya ada 480 unit pompa 'stasioner'," kata Yusmada di Balai Kota Jakarta, Kamis.

Yusmada menjelaskan, sejumlah upaya dilakukan untuk memitigasi banjir di Ibu Kota, termasuk memastikan seluruh pompa air tersebut berfungsi dengan baik.

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta juga tengah membangun sumur resapan dengan target 40 ribu titik sampai akhir tahun. Saat ini, pembangunan sumur resapan baru terealisasi di 22 ribu titik.

Baca juga: Pemprov DKI alokasikan Rp1 triliun untuk normalisasi sungai dan waduk
Baca juga: Pembangunan saluran air di Klender dimulai pada 27 September


Adapun mitigasi banjir dilakukan, seiring dengan puncak musim hujan di Jakarta yang diperkirakan terjadi pada awal 2022 mendatang, berdasarkan prediksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.

BPBD pun juga melakukan serangkaian upaya preventif untuk menghadapi cuaca ekstrem, yakni dengan cara sosialisasi, membagikan buku panduan bencana kepada masyarakat, koordinasi dengan lembaga-lembaga terkait.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Pelaksana BPDB DKI Jakarta, Sabdo Kurnianto menegaskan pihaknya akan menggelar apel kesiapsiagaan pada pertengahan Oktober mendatang untuk mematangkan langkah antisipasi cuaca ekstrem.

"Kita berupaya semaksimal mungkin untuk tidak terjadi korban, mengurangi korban, dan kita mempercepat 'recovery', misalnya ada air genangan, kita cepat mengeringkan," kata Sabdo.
 
Pewarta : Mentari Dwi Gayati dan Ricky Prayoga
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021