Kemenko Marves kawal penyusunan Haluan Maritim Nasional 2045

Kemenko Marves kawal penyusunan Haluan Maritim Nasional 2045

Ilustrasi - Kegiatan usaha hulu minyak dan gas di lepas pantai. ANTARA/HO-PT Pertamina (Persero).

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) terus mengawal penyusunan Haluan Maritim Nasional (HMN) 2045 guna menyambut Indonesia Emas 2045.

"HMN 2045 ini berisi konsep pembangunan kemaritiman dan investasi, dalam rangka persiapan RPJP tahun 2024-2045," kata Sekretaris Kementerian Koordinator (Sesmenko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Agung Kuswandono dalam Workshop Arah Pembangunan Kemaritiman dan Investasi Menuju Visi Indonesia 2045, Selasa (21/9/2021), seperti dikutip dari keterangan tertulis di Jakarta, Rabu.

Kepala Biro (Karo) Perencanaan Kemenko Marves Arif Rahman menjelaskan workshop itu dilakukan untuk menyelaraskan arah dan kebijakan pembangunan menuju Indonesia 2045 serta memberi masukan terhadap konsepsi HMN 2045 dari kementerian/lembaga yang dikoordinasikan Kemenko Marves.

"Harapannya, melalui workshop ini dapat terbangun konsepsi bersama arah dan kebijakan pembangunan Haluan Maritim Nasional 2045," ujarnya.

Ketua Tim Penyusun Konsepsi HMN 2045 Tukul Rameyo Adi, yang juga Staf Ahli Kemenko Marves Bidang Sosio-Antropologi, mengungkapkan bahwa mengacu pada UUD 1945 Pasal 25A, NKRI adalah sebuah negara kepulauan yang berciri Nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hak-haknya ditetapkan dengan undang-undang.

Indonesia memiliki visi Maritim 2045 untuk menjadi pusat peradaban maritim dunia.

"Dari visi tersebut, terdapat dua tujuan yang ingin dicapai, yaitu mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang kuat dan mewujudkan Indonesia menjadi bangsa bahari yang unggul," tuturnya.

Sementara itu, Direktur Kelautan dan Perikanan Kementerian PPN/Bappenas Sri Yanti menambahkan bahwa kemaritiman merupakan prioritas pembangunan di masa depan.

"Strategi pembangunan maritim yang sudah disusun saat ini melingkupi kekuatan maritim, ekonomi maritim, dan peradaban maritim," ungkapnya.

Ekonomi maritim diharapkan sumbangan ekonomi maritim terhadap PDB dapat meningkat, dari sebesar 6,4 persen pada 2015 menjadi 12,5 persen pada 2045. Guna mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim, diperlukan tiga langkah transformasi, yaitu transformasi cara pandang/paradigma, transformasi ekonomi, dan transformasi kelembagaan/tata kelola.

Baca juga: Menko Marves resmikan TPST terbesar di Bali
Baca juga: Kemenko Marves dorong implementasi layanan BBM kapal di Selat Sunda
Baca juga: Kemenko Marves raih opini WTP atas laporan keuangan 2020

Pewarta : Ade Irma Junida
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021