Kemarin, PMN Jiwasraya segera cair hingga inflasi 0,03 persen

Kemarin, PMN Jiwasraya segera cair hingga inflasi 0,03 persen

Pedagang tertidur menunggu pembeli di Pasar Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (1/9/2021). Badan Pusat Statistik (BPS) menyampaikan laju inflasi selama bulan Agustus 2021 mencapai 0,03 persen, angka tersebut turun dari laju inflasi sepanjang Juli 2021 yang sebesar 0,08 persen. ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/foc.

Jakarta (ANTARA) - Terdapat sejumlah informasi penting dan menarik bidang ekonomi yang layak untuk disimak pada pagi ini seperti PMN Rp20 triliun untuk Jiwasraya segera cair, BPS catat inflasi 0,03 persen pada Agustus, PMI manufaktur kembali naik 43,7, dan pandemi sebabkan ekonomi global rugi 2,5 triliun dolar AS.

PMN Rp20 triliun segera cair untuk selesaikan kasus Jiwasraya

Wakil Direktur Utama PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) Hexana Tri Sasongko memperkirakan Penyertaan Modal Negara (PMN) tahun 2021 sebesar Rp20 triliun akan segera cair pada awal September 2021 untuk menyelesaikan permasalahan PT Asuransi Jiwasraya.

Baca berita lengkapnya di sini.

BPS catat inflasi 0,03 persen Agustus 2021

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi sebesar 0,03 persen pada Agustus 2021 karena beberapa harga komoditas mengalami peningkatan dan adanya momentum tahun ajaran baru. Pendorong inflasi ini di antaranya harga minyak goreng yang naik dan momentum tahun ajaran baru sehingga uang sekolah SD, SMP, dan perguruan tinggi turut meningkat dengan masing-masing andilnya 0,02 persen.

Baca informasi lengkapnya di sini.

PMI manufaktur RI kembali naik, capai 43,7 pada Agustus 2021

Indeks manajer pembelian atau Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur Indonesia kembali naik pada Agustus 2021 menjadi 43,7, setelah turun selama dua bulan berturut-turut Juni dan Juli 2021. Dengan gelombang kedua COVID-19 yang memuncak, penurunan dalam produksi dan permintaan perlahan mereda dari tingkat parah yang terlihat pada Juli.

Baca informasi lengkapnya di sini.

Sri Mulyani: Ekonomi global rugi 2,5 triliun dolar AS akibat pandemi

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan ekonomi global rugi sebesar 2,5 triliun dolar AS akibat adanya pandemi COVID-19 yang menekan mobilitas masyarakat. Dari sisi kontraksi ekonomi minus 3 persen dari PDB yang berarti kerugian ekonomi sekitar 2,5 triliun dolar AS.

Baca berita lengkapnya di sini.
 
Pewarta : Aditya Ramadhan
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2021