Rawan Longsor, pengendara diimbau waspada lewati Jalur Malalak

Rawan Longsor, pengendara diimbau waspada lewati Jalur Malalak

Dokumentasi jalur Malalak. ANTARA/Dokumen Pribadi

Bukittinggi (ANTARA) - Kepala Polsek IV Koto di Bukittinggi, Inspektur Polisi Satu Dedi Kurnia, mengimbau masyarakat khususnya pengendara yang melalui jalur Malalak untuk selalu waspada melintasi daerah itu khususnya di musim hujan saat ini.

"Resiko longsor di jalur Malalak cukup tinggi, kita meminta kewaspadaan dan kehati-hatian setiap pengguna jalan di daerah itu," kata dia, di Bukittinggi, Selasa.

Ia mengatakan, ada beberapa lokasi yang membutuhkan kewaspadaan tinggi saat melalui jalur yang menghubungkan Kabupaten Agam dan Kabupaten Padang Pariaman itu.

Baca juga: Tanah longsor tutup ruas jalan Padang-Bukittinggi di Agam

"Selalu hati-hati khususnya saat melewati Jalan Batu Apik, Jorong Limo Badak Nagari Malalak Timur, karena ini spesifik daerah rawan longsor," kata dia.

Menurut dia, di daerah itu jika terjadi hujan, maka tidak bisa dilalui sama sekali oleh pengendara yang biasa dilalui kendaraan dari Bukittinggi ke Pariaman dan sebaliknya. "Pada saat malam hari pun, daerah itu sulit dilewati, apalagi dalam resiko longsor yang bisa saja terjadi apalagi sekarang musim hujan," kata dia.

Baca juga: Pemkab Garut kucurkan Rp5,3 miliar untuk korban longsor Cilawu

Ia mengatakan, petugas selalu berjaga-jaga dan intensif melakukan patroli serta Pemerintah Provinsi juga telah menyiagakan alat berat di situ. "Petugas akan menutup jalan jika terjadi hujan lebat karena resiko longsor sangat tinggi karena turunnya material tanah dari perbukitan," kata dia.

Ia menambahkan, kendaraan yang melewati jalur rawan longsor khususnya di Jalan Batu Apik Malalak tidak bisa melaju dengan kecepatan tinggi dan harus bersabar melewatinya secara bergantian. "Sekali lagi kami minta perhatian dan kewaspadaanya, jika memungkin, sebaiknya hindari jalur Malalak saat hujan, selalu berhati-hati di jalan," kata dia.
Pewarta : Miko Elfisha
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2021