Kimia Farma Diagnostika dukung kebijakan penurunan tarif PCR

Kimia Farma Diagnostika dukung kebijakan penurunan tarif PCR

Logo perusahaan PT Kimia Farma Diagnostika. ANTARA/HO-Kimia Farma Diagnostika/am.

Jakarta (ANTARA) - Plt Direktur Utama PT Kimia Farma Diagnostika (KFD) Agus Chandra menyatakan komitmennya untuk mendukung kebijakan pemerintah menurunkan harga layanan tes 'polymerase chain reaction (PCR).

“Selain menurunkan harga tes PCR Rp495 ribu, kami juga menurunkan tarif swab/rapid test antigen,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu.

Dalam keterangannya Agus mengatakan harga swab antigen disesuaikan menjadi Rp85 ribu untuk jenis alat regular dan untuk merk Abbot Panbio turun jadi Rp125 ribu.

Agus menambahkan profesionalisme akan berlaku pada seluruh klinik Kimia Farma yang menyelenggarakan tes PCR dan swab antigen. "Kimia Farma siap membantu pemerintah dalam melakukan pemeriksaan atau testing COVID-19," katanya.

Pernyataan tersebut sekaligus mengklarifikasi sikap KFD yang sebelumnya meminta penyesuaian tarif PCR swab test dan swab antigen ditunda hingga terbit peraturan Kementerian Kesehatan.

Pernyataan itu tertuang dalam surat bernomor 149/YN 000/KFD/VIII/2021 yang ditandatangani Agus Chandra pada Senin (16/8). KFD meminta penyesuaian harga tarif tes PCR dan antigen ditunda dalam rangka menindaklanjuti arahan dari pemegang saham.

KFD meminta surat edaran penyesuaian harga PCR Swab Test dan Swab Antigen yang dikeluarkan Kimia Farma selaku induk perusahaan bernomor: 148/YN 000/KFD/VIII/2021 pada 16 Agustus 2021 untuk dapat dibatalkan atau ditunda hingga muncul peraturan dari Kementerian Kesehatan.

Saat itu, KFD menyatakan bahwa tarif layanan berlaku sesuai ketentuan sebelumnya, seperti PCR Swab Test tetap pada tarif Rp900 ribu, Swab Antigen Reagen Rp190 ribu.

Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk Verdi Budidarmo mengatakan keputusan
Kementerian Kesehatan tentang penurunan tarif tes PCR berdasarkan Surat Edaran (SE) Dirjen Pelayanan Kesehatan Nomor HK.02.02/I/2824/2021 tentang Batas Tarif Tertinggi Pemeriksaan RT-PCR yang berlaku sejak Selasa (17/8) langsung dijalankan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan Kimia Farma.

Baca juga: KKI apresiasi turunnya tarif PCR

Baca juga: Epidemiolog: Penyesuain tarif PCR jangkau lebih banyak masyarakat


Verdi menyambut baik keputusan Kementerian Kesehatan yang menurunkan tarif layanan pemeriksaan PCR.

“Kimia Farma langsung melaksanakan arahan pemerintah tentang penurunan tarif tes PCR sebagai bentuk komitmen kami untuk memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia. Dengan demikian akan semakin mudah bagi masyarakat untuk mengakses tes COVID-19 yang berujung pada perbaikan iklim kesehatan Indonesia secara menyeluruh," katanya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Sekretaris Perusahaan Kimia Farma Ganti Winarno mengatakan holding Farmasi BUMN itu berkomitmen untuk menjalankan tugas pemeriksaan COVID-19 guna memberi pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat Indonesia.

"Kimia Farma sudah melaksanakan keputusan pemerintah terkait dengan kebijakan harga baru tes PCR. Kimia Farma sudah melaksanakan keputusan Pemerintah terkait dengan kebijakan harga baru test PCR," katanya.

Metode pemeriksaan RT-PCR merupakan salah satu jenis metode Nucleic Acid Amplification Test (NAAT) yang saat ini dipergunakan oleh rumah sakit, laboratorium, dan fasilitas lain yang ditetapkan oleh menteri sebagai standar utama konfirmasi diagnosis COVID-19.

Baca juga: Sejumlah tes cepat COVID-19 di Kimia Farma turun harga

Baca juga: Kimia Farma salurkan 15.900 paket suplemen-vitamin bagi nakes di Jabar

 
Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2021