Keterisian tempat tidur rumah sakit di Jakarta 33 persen

Keterisian tempat tidur rumah sakit di Jakarta 33 persen

Karyawan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan membersihkan sampah di samping tenda darurat yang didirikan di halaman SDN 2 Cideng, Jakarta, Selasa (29/6/2021). Menyusul adanya lonjakan kasus COVID-19 di Jakarta, tenda darurat tersebut akan diperuntukkan perawatan bagi pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 dengan kapasitas 10 tempat tidur. FOTO/M Risyal Hidayat/nz

Jakarta (ANTARA) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengungkapkan tingkat keterisian tempat tidur (Bed Occupancy Rate/BOR) di Rumah Sakit Rujukan COVID-19 di Jakarta saat ini sebesar 33 persen dan 59 persen untuk ruang perawatan intensif (ICU).

Riza menyebutkan bahwa saat ini dari 10.028 tempat tidur isolasi yang tersedia, terpakai sebanyak 3.303 unit atau 33 persen. Sedangkan untuk tempat tidur ICU ada sebanyak 1.562 unit dan terpakai 917 unit atau 59 persen.

"Kami bersyukur semakin hari, semakin turun keterisiannya, ini kabar yang baik, namun jangan terlena karena COVID-19 masih mengintai," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Jumat malam.

Selain itu, Riza juga menyebutkan sebagian besar Jakarta sudah keluar dari zona merah setelah satu setengah bulan didominasi oleh zona merah seiring tingginya angka kasus COVID-19.

"Saat ini, Jakarta sudah keluar zona merah, bahkan RT yang berada di zona merah hanya ada tujuh, kemudian zona oranye ada 349 RT, dan 24.011 RT yang sudah hijau. Jadi kita mulai masuk zona hijau," kata Riza.

Meski ada perbaikan dari zona merah di Jakarta dan tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit, Riza menyebutkan saat ini Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jakarta masih berada di level 4.

"Jadi belum diturunkan, masih level 4. Kita tunggu saja keputusan pemerintah pusat ke depannya," ujar Riza.

Baca juga: DKI Jakarta sudah keluar dari zona merah
Baca juga: STRP tetap digunakan sebagai syarat keluar-masuk Jakarta
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria ketika meninjau mobil ambulans bantuan dari Baznas di kantor Wali Kota Jakarta Selatan, Jumat (19/3/2021). (ANTARA/HO-Sudin Kominfotik Jakarta Selatan)
Adapun berdasarkan data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta dalam laman corona.jakarta.go.id, data keterisian tempat tidur di RS rujukan COVID-19 di DKI pada Jumat ini pukul 22.00 WIB adalah:

ICU Tekanan Negatif
Dengan Ventilator: Tersedia 65 tempat tidur atau 28 persen dari 236 tempat tidur.
Tanpa Ventilator: Tersedia 66 tempat tidur atau 33 persen dari 199 tempat tidur.

ICU Tanpa Tekanan Negatif
Dengan Ventilator: Tersedia 41 tempat tidur atau 55 persen dari 74 tempat tidur.
Tanpa Ventilator: Tersedia 63 tempat tidur atau 62 persen dari 102 tempat tidur.

Kamar Isolasi
Isolasi Tekanan Negatif: Tersedia 707 tempat tidur atau 49 persen dari 1.432 tempat tidur.
Isolasi Tanpa Tekanan Negatif: Tersedia 1.209 tempat tidur atau 60 persen dari 2.022 tempat tidur.

PICU/NICU/Perina khusus COVID-19
PICU COVID-19: Tersedia 5 tempat tidur atau 25 persen dari 20 tempat tidur.
NICU COVID-19: Tersedia 16 tempat tidur atau 46 persen dari 35 kasur.
Perina COVID-19: Tersedia 61 tempat tidur atau 63 persen dari 97 tempat tidur.

OK Khusus COVID-19
Dengan Ventilator: Tersedia 1 tempat tidur dari 21 tempat tidur.

HD Khusus COVID-19
Dengan Ventilator: Tersedia 1 tempat tidur dari 29 tempat tidur.

Dalam laman web tersebut juga, diketahui tempat tidur pasien isolasi DKI Jakarta di lokasi isolasi terpusat, yakni Rusun Nagrak, Ragunan, TMII dan Cik's Mansion baru terisi 91 orang atau 2 persen dari sebanyak 3.700 kapasitas dengan rincian di Rusun Nagrak sebanyak 56 orang dan di Cik's Mansion sebanyak 35 orang.

Tingkat keterisian isolasi mandiri (berbayar) DKI Jakarta di 17 hotel bintang dua sampai bintang empat, pada Jumat ini adalah sebanyak 258 kamar terpakai atau 18 persen dari sebanyak 1.402 kamar yang tersedia.
Baca juga: Pemkot Jaksel tutup seluruh taman kota selama penyesuaian PPKM Level 4
Baca juga: TransJakarta wajibkan sertifikat vaksinasi kepada penumpang
Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2021