Risma ajak bangsa gotong-royong dengan spririt kemerdekaan

Risma ajak bangsa gotong-royong dengan spririt kemerdekaan

Menteri Sosial Tri Rismaharini (kiri) didampingi Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto (tengah) berfoto bersama saat menyalurkan bantuan di Kampung Sindangsari, Serang, Banten, Jumat (13/8/2021). ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/hp/am.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Sosial Tri Rismaharini dalam kunjungan kerja di Pondok Pesantren Bai Mahdi Sholeh Ma’mun, Pabuaran, Kota Serang, Banten, Jumat.  mengajak seluruh elemen bangsa bergotong-royong dengan spirit HUT Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia untuk menangani pandemi COVID-19.

Menurut dia, menangani pandemi COVID-19 tidak bisa diselesaikan oleh satu kementerian dan lembaga, melainkan semua elemen harus bahu membahu.

"Kita tahu pandemi COVID-19 ini berat dan tidak hanya di Indonesia melainkan di seluruh dunia. Mari kita bergandengan tangan dengan spirit HUT Kemerdekaan RI menjadi kekuatan dahsyat menangani pandemi ini, ” ujar Risma didampingi Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto, dalam keterangannya yang diterima di Jakarta.

Baca juga: Mensos garap konsep penanganan anak yatim korban pandemi COVID-19

Risma mengingatkan, dalam kondisi ini bisa menjadi pesan dari Tuhan kepada kita semua harus menghadirkan spirit Kemerdekaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara untuk berbagi dengan sesama, termasuk bagi fakir miskin, anak-anak yatim dan yatim piatu di mana pun mereka berada.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Ketua Komisi VIII DPR RI yang telah membantu tugas pemerintah dengan memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak yatim, miskin dan dhuafa serta telah memperlihatkan kepada kita semua sebuah pondok pesantren yang bersih dan sehat, ” ucap dia.

Ketua Komsi VIII DPR RI Yandri Susanto menyampaikan terima kasih kepada Menteri Sosial yang telah menyapa dan warga Kota Serang dan Banten pada umumnya di Pondok Pesantren Bai Mahdi Sholeh Ma’mun sebagai bagian Negara Hadir.

“Kami dari Komisi VIII DPR RI mendukung penuh program—program Kementerian Sosial yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat seperti saat ini, tidak hanya kunjungan tetapi juga menyerahkan berbagai paket bantuan bagi masyarakat, lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, karang taruna, serta anak-anak yatim, ” ujar Yandri.

Risma juga didampingi Ketua Komisi VIII DPR RI, Wali kota dan Bupati Serang melakukan penanaman pohon mangga di areal lokasi Pondok Pesantren Bai Mahdi Sholeh Ma’mun.

Baca juga: Kemensos upayakan 2.800 penghuni balai Jabodetabek divaksin tanpa NIK

Dalam kunjungan tersebut, Mensos menyerahkan bantuan layanan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) bagi anak, penyandang disabilitas, lanjut usia (lansia) dan tuna sosial dari Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial untuk 44 penerima manfaat alat aksesibilitas berupa kursi roda, alat bantu dengar, tongkat pintar, tongkat kaki tiga, walker, serta Al-Quran Braille senilai Rp120.237.700.

Bantuan Kewirausahaan bagi 449 penerima manfaat, untuk program ternak ayam, keripik pisang, menjahit, budidaya domba, servis HP dan makanan siap saji, senilai Rp1.204.397.800.

Juga, kebutuhan dasar bagi 167 penerima manfaat, berupa makanan, pakaian dan vitamin senilai 258.065.750, sehingga total bantuan dari Ditjen Rehabilitasi Sosial senilai Rp 1.582.701.250.

Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial (Ditjen Dayasos) diserahkan paket bantuan vitamin dan masker untuk 3 karang taruna di Kota Serang, Kabupaten Serang, Kota Cilegon masing-masing 1.270 paket.

Bantuan dana hibah untuk Pondok Pesantren Bai Mahdi Sholeh Ma’mun Rp187.047.000 dan Yayasan Semai Benih Ilmu Rp123.972.000.

Sedangkan, dari Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial (Ditjen Linjamsos) diserahkan paket bantuan keserasian sosial untuk 2 kecamatan, yaitu Kecamatan Ciomas dan Kecamatan Baros masing-masing Rp150 juta; Kearifan lokal untuk Padepokan Seni Pencak Silat Bendung Keser dan Majelis Taklim Riyadul Barokah masing-masing Rp50 juta.

Sementara itu, dari Direktorat Jenderal Penanganan Fakir Miskin (Ditjen PFM) menyerahkan bantuan bagi 40 penerima manfaat, dari program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) masing-masing Rp15 juta.

Baca juga: Kemensos gandeng ITS buat alat transportasi di daerah terpencil Papua
Baca juga: Risma bagi pengalaman selama kuliah di ITS kepada ribuan mahasiswa
Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2021