AS berniat izinkan dosis penguat COVID-19 bagi penderita imun lemah

AS berniat izinkan dosis penguat COVID-19 bagi penderita imun lemah

Arsip foto - Petugas kesehatan menunjukkan vaksin COVID-19 Moderna saat vaksinasi dosis ketiga sebagai vaksin penguat untuk tenaga medis. ANTARA FOTO/Fransisco Carolio/Lmo/aww.

Washington (ANTARA) - Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) berniat mengizinkan dosis penguat ketiga vaksin COVID-19 Pfizer dan Moderna untuk orang dengan sistem imun lemah, demikian NBC News melaporkan, Rabu (11/8).

FDA akan merevisi otorisasi penggunaan darurat kedua vaksin tersebut secepatnya pada Kamis agar memungkinkan penderita gangguan sistem kekebalan mendapatkan dosis tambahan, tulis laporan yang mengutip pihak yang mengetahui isu tersebut.

FDA sedang memantau secara saksama data yang tersedia dari sejumlah studi pemberian dosis tambahan vaksin COVID-19 resmi bagi individu yang memiliki sistem imun lemah, kata juru bicara FDA Abby Capobianco melalui sebuah pernyataan.

"FDA, bersama dengan CDC, tengah mengevaluasi opsi potensial mengenai isu ini, dan akan berbagi informasi segera," kata Capobianco.

Panel penasihat Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit AS (CDC) akan bertemu pada Jumat untuk meninjau data mengenai dosis penguat pada penderita sistem imun lemah.

Kendati tidak ada pemungutan suara yang terdaftar dalam rancangan agenda untuk pertemuan tersebut, catatan Federal Register menyebutkan bahwa ada penjadwalan rekomendasi pemungutan suara.

Sumber: Reuters
Baca juga: Pejabat AS: Dosis penguat COVID berpotensi efek samping lebih serius
Baca juga: UAE perluas pemberian dosis penguat COVID
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2021