PPKM level empat berhasil tekan 50 persen kasus COVID-19 di Kepri

PPKM level empat berhasil tekan 50 persen kasus COVID-19 di Kepri

Ilustrasi - Warga lansia di Tanjungpinang menerima program vaksinasi merdeka yang diinisiasi Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau, Kamis (5/8). ANTARA/Ogen

Tanjungpinang (ANTARA) - Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) Tjetjep Yudiana mengatakan perpanjangan PPKM level empat khususnya di Kota Batam dan Tanjungpinang berhasil menekan kasus COVID-19 masing-masing sekitar 50 persen.

Dia mencontohkan di Tanjungpinang, sebelum PPKM rata-rata harian jumlah kasus baru mencapai sekitar 1.000 kasus per minggu, setelah PPKM menjadi sekitar hanya sekitar 500 kasus per minggu.

"Namun perlu digarisbawahi bahwa penurunan kasus tersebut belum cukup untuk kita keluar dari level 4, yang mengisyaratkan rata-rata kasus per minggu di Tanjungpinang tidak boleh melebihi 300 kasus," kata Tjetjep, Sabtu.

Tjetjep mengatakan perlu dukungan semua pihak untuk dapat segera keluar dari PPKM level empat ini.

Di juga mendorong Satgas COVID-19 yang sudah banyak dibentuk hingga tingkat RT gencar melakukan sosialisasi informasi protokol kesehatan 3M, yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.

Selain itu, penelusuran kontak erat dengan kasus baru dapat terlacak untuk kemudian dilakukan tes. Setiap kasus baru dapat dikarantina, sehingga paparan COVID-19 dapat terkendali.

"Sesuai arahan Pemerintah Pusat, kita all out. Semua cara dilakukan demi menekan angka penyebaran COVID-19 di Kepri," ujar Tjetjep.

Selama PPKM berlangsung, lanjut Tjetjep, Pemprov Kepri bekerja sama dengan Perum Bulog juga memberikan bantuan beras kepada masyarakat yang terdampak COVID-19.

Baca juga: Tiga daerah di Kepri masih zona merah COVID-19
Baca juga: Satgas: BOR rumah sakit di Provinsi Kepri turun selama PPKM


Beberapa stimulan telah dilakukan Pemprov Kepri untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan di Kepri, antara lain dengan menyalurkan bantuan program keluarga harapan (PKH) yang diberikan per tiga bulan secara tepat waktu.

Program lainnya yakni merangkul pihak perbankan agar mempermudah dalam akses melakukan transaksi pinjaman dana kredit usaha rakyat (KUR).

"Semua bentuk ikhtiar sudah dilakukan oleh Gubernur Kepri bersama jajarannya, tinggal menunggu hasilnya. Semoga semua berjalan lancar, COVID-19 bisa teratasi dan program membangkitkan ekonomi bisa segera dimulai," demikian Tjetjep.

Baca juga: Bertambah 39, positif COVID-19 di Kepulauan Riau capai 1.777 kasus
Baca juga: Gubernur Kepri apresiasi konsistensi Singapura bantu tangani COVID-19
Baca juga: Provinsi Kepri dapat tambahan stok vaksin 10.260 vial dari Kemenkes
Pewarta : Ogen
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021