Panglima TNI: Strategi komunikasi bangun kesadaran untuk karantina

Panglima TNI: Strategi komunikasi bangun kesadaran untuk karantina

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan arahan penanganan COVID-19 di Auditorium Idham Chalid, Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel di Kota Banjarbaru. ANTARA/HO-Penrem.

Banjarbaru (ANTARA) - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto mengatakan perlu strategi komunikasi yang baik guna membangun kesadaran masyarakat untuk menjalani karantina terkait kontak erat COVID-19.

"Pelaksanaan karantina harus benar-benar dipahami dan apabila ada permasalahan harus dapat diatasi oleh Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Kalau hasilnya reaktif, maka dilaksanakan isolasi terpusat," katanya saat memberikan arahan penanganan COVID-19 di Kalimantan Selatan bersama Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo di Auditorium Idham Chalid, Sekretariat Daerah Provinsi Kalsel di Kota Banjarbaru, Kamis.

Baca juga: Erick Thohir pastikan karyawan BUMN isoman di Sumsel terjamin obatnya

Dikatakan Panglima, karantina maupun isolasi sejatinya tanpa perintah dan harus tumbuh dari kesadaran masyarakat sendiri. Mekanisme inilah harus dilakukan untuk bisa menekan penularan.

"Kita harus terus menerus sampaikan kepada masyarakat, kita harus bisa berdampingan dengan COVID-19, namun kita tidak terkena COVID-19 dengan kebiasaan baru memakai masker. Apabila kurang enak badan, apalagi dengan gejala COVID, lakukan isolasi mandiri dan tes antigen atau PCR," tuturnya.

Panglima menekankan ketersediaan paket obat untuk masyarakat yang sedang melaksanakan perawatan di rumah ataupun di tempat isolasi terpusat.

"Setiap petugas tracer harus memberi laporan kepada aplikasi Silacak dan InaRISK, harapan saya pelaksanaan tracer di setiap Puskesmas dapat berjalan dengan baik, kerja sama dengan Babinsa dan Bhabinkamtibmas," ujarnya.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengingatkan penurunan level PPKM perlu kerja keras semua pihak dan masyarakat untuk sama-sama disiplin protokol kesehatan dan mengurangi mobilitas.

"Kalau prokes 5M sudah dipatuhi dan strategi penanganan 3T dimaksimalkan, kasus COVID-19 bisa ditekan dan pada akhirnya kelonggaran aktivitas ekonomi dapat dilakukan pemerintah," katanya.

Baca juga: Isoman, jangan lupa evaluasi kondisi rutin

Baca juga: IKA UB layani sembako pasien isoman di Malang dan Jabodetabek


Kapolri juga menginstruksikan layanan vaksinasi agar terus diberikan kepada masyarakat sebanyak-banyaknya sepanjang stok dosis vaksin masih tersedia.

"Kawal juga penyaluran bantuan sosial, jangan sampai ada penyimpangan dan pastikan tepat sasaran. Bantu terus masyarakat yang membutuhkan akibat terdampak pandemi," pesannya kepada Forkopimda Kalsel dan kabupaten dan kota yang hadir.
Pewarta : Firman
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2021