KONI DKI: Pemberangkatan kontingen DKI ke Papua butuh Rp80 miliar

KONI DKI: Pemberangkatan kontingen DKI ke Papua butuh Rp80 miliar

Atlet dayung PON Sumatera Selatan beradu kecepatan dengan rekan satu timnya saat uji tanding di arena dayung Jakabaring Sport CIty (JSC), Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (18/7/2021). Uji tanding antar tim dayung PON Sumatera Selatan dan tim dayung DKI Jakarta tersebut, sebagai persiapan mengikuti PON XX di Papua 2-15 Oktober mendatang. ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/hp.

Jakarta (ANTARA) - Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta menjelaskan untuk memberangkatkan kontingen DKI ke Papua untuk mengikuti Pekan Olahraga Nasional (PON) ke-20 pada Oktober mendatang membutuhkan dana sekitar Rp70 sampai 80 miliar.

"Kurang lebih untuk pengiriman kontingen ke PON itu dibutuhkan Rp70 miliar sampai Rp80 miliar," kata Sekretaris Umum KONI DKI Jakarta Djamran pada ANTARA di Jakarta, Kamis.

Baca juga: KONI DKI yakin akan jaminan keamanan untuk PON XX

Anggaran PON sebesar itu, kata Djamran, dikarenakan kontingen DKI Jakarta merupakan salah satu kontingen terbanyak lebih dari 900 orang yang terdiri dari atlet, pelatih, asisten pelatih dan ofisial, belum termasuk tenaga pendukung seperti tenaga kesehatan, masseur (pemijat), staf administrasi, serta pengurus KONI.

"Kurang lebih ada 1.300-an orang yang berangkat," kata Djamran.

Baca juga: KONI DKI targetkan raih juara umum di PON XX

Dana tersebut, kata Djamran akan digunakan untuk tiket pesawat yang minimal dibutuhkan sekitar Rp15 juta per orang untuk perjalanan pulang pergi, kemudian biaya hotel untuk tenaga pendukung sekitar 300 orang yang memang tidak ditanggung oleh panitia pelaksana, hingga untuk biaya operasional selama di sana.

Namun demikian, Djamran menyebut hingga saat ini anggaran untuk kontingen PON belum dipastikan, yang tidak terlepas dari kondisi saat ini di mana perekonomian begitu terdampak oleh pandemi.

Baca juga: Atlet DKI jalani TC sistem karantina guna hadapi PON XX

"Anggaran kontingen PON belum dipastikan karena gini, angka tiket saja Rp15 juta seorang pulang-pergi, itu paling murah kemudian dikali 1.300 orang sudah berapa miliar rupiah, ini udah ngos-ngosan Pemda DKI," ujarnya.

Kendati demikian, Djamran menyebut pihak Pemprov menjamin untuk keikutsertaan DKI dalam PON XX DKI Jakarta.

"Jaminan ada, responnya baik pak gubernur dan Dispora saat ini, luar biasa kerjasamanya. Saya sendiri juga mencari pendanaan lain," tuturnya.

PON ke-20 sendiri akan dilaksanakan di Provinsi Papua pada 2-15 Oktober 2021 di empat Kabupaten/Kota yakni Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Merauke dengan 37 cabang olahraga yang dipertandingkan.

PON XX yang akan diikuti Pekan Paralimpiade Nasional (Peparnas) XVI itu sedianya digelar pada Oktober 2020 tapi kemudian diputuskan ditunda karena pandemi COVID-19.
Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2021