Kasus COVID Aceh bertambah 160, Banda Aceh paling tinggi

Kasus COVID Aceh bertambah 160, Banda Aceh paling tinggi

Ilustrasi - Seorang warga melakukan vaksinasi COVID-19 dosis pertama di Gedung Banda Aceh Convention Hall, Kota Banda Aceh, Senin (26/7/2021). ANTARA/Khalis

Banda Aceh (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 Aceh menyebutkan penambahan 160 warga provinsi setempat terinfeksi virus corona per hari ini, dan paling banyak merupakan warga Kota Banda Aceh yang mencapai 88 orang.

“Sekitar 74,5 persen penambahan kasus baru di Aceh dalam 24 jam terakhir merupakan warga Banda Aceh dan Aceh Besar,” kata Juru Bicara Satgas COVID-19 Aceh Saifullah Abdulgani di Banda Aceh, Senin.

Selain Banda Aceh, dia mengatakan penambahan kasus positif yang tinggi juga terjadi di Kabupaten Aceh Besar sebanyak 30 orang, selanjutnya warga Lhokseumawe, Aceh Tengah, dan Bireuen, masing-masing enam orang, warga Langsa dan Pidie empat orang.

Selanjutnya warga Aceh Utara dan Pidie Jaya tiga orang, warga Bener Meriah, Aceh Barat dan Aceh Selatan dua orang, serta empat penderita baru lainnya masing-masing warga Aceh Tamiang, Sabang, Aceh Barat Daya dan warga Simeulue.

Baca juga: Ketua DPD apresiasi dermawan asal Aceh salurkan bantuan COVID-19
Baca juga: Stok vaksin COVID-19 di Aceh menipis, enam Puskesmas mulai kosong


Selain itu, kata dia, untuk pasien COVID-19 dilaporkan sembuh per hari ini juga bertambah 56 orang meliputi warga Aceh Barat 17 orang, Banda Aceh 13 orang, Aceh Barat Daya 10 orang, Aceh Besar tujuh orang, Lhokseumawe enam orang, Pidie Jaya dua orang dan satu orang warga Aceh Singkil.

“Perkembangan kasus harian penting dicermati di lingkungan sekitar terdekat supaya dapat memberikan respon cepat dan tepat,” katanya.

Menurut dia respon terpenting terhadap warga yang terkonfirmasi positif COVID-19 yakni tidak memberikan stigma negatif atau bersikap mengucilkan. Penyakit menular itu disebabkan oleh infeksi virus corona bukan akibat kutukan, dan siapa pun berpotensi terinfeksi virus mematikan itu.

Selain itu, para penderita COVID-19 juga membutuhkan dukungan lingkungan sekitar dalam isolasi mandiri untuk proses penyembuhannya.

Baca juga: Warga Banda Aceh diminta patuhi prokes saat ambil bantuan beras PPKM
Baca juga: Banda Aceh terbanyak tambahan kasus baru positif COVID-19 di Aceh


Menurut dia, semangat gotong-royong dan saling meringankan beban menjadi niscaya di tengah-tengah bencana non alam yang sedang berlangsung saat ini.

“Saya kira semangat saling-membantu dan meringankan beban keluarga dan tetangga masih sangat tinggi dan terawat di kalangan masyarakat kita, masyarakat Aceh,” katanya lagi.

Secara akumulatif kasus COVID-19 di Aceh telah mencapai 21.878 orang, di antaranya penderita yang sedang dirawat 4.454 orang, penderita yang telah sembuh sebanyak 16.478 orang dan kasus meninggal dunia sudah mencapai 946 orang.

"Data kasus ini sudah termasuk kasus positif baru harian yang bertambah hari ini sebanyak 160 orang, pasien sembuh 56 orang dan penderita meninggal dunia yang juga bertambah lagi lima orang di Aceh yakni warga Aceh Tengah dua orang, warga Aceh Utara, Banda Aceh dan warga Aceh Barat Daya masing-masing satu orang," katanya.

Baca juga: 13 daerah di Aceh masih rendah cakupan vaksinasi COVID
Baca juga: Gubernur Aceh perpanjang PPKM
Pewarta : Khalis Surry
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2021