Jerman longgarkan pembatasan perjalanan bagi pelancong empat negara

Jerman longgarkan pembatasan perjalanan bagi pelancong empat negara

Arsip foto - Penumpang yang mengantre di Bandara Frankfurt, saat penyebaran wabah COVID-19 berlanjut di Frankfurt, Jerman (1/4/2021). ANTARA/REUTERS/Ralph Orlowski/aa.

Berlin (ANTARA) - Lembaga kesehatan masyarakat Jerman pada Senin (5/7) mengatakan Inggris Raya, India, Portugal dan Rusia tidak lagi menjadi "daerah varian mengkhawatirkan", sehingga pihaknya mengurangi pembatasan perjalanan bagi pelancong asal negara tersebut.

Keempat negara statusnya diturunkan menjadi "daerah dengan insiden tinggi," kata Robert Koch Institute (RKI), yang mengartikan bahwa warga negara mereka kini dapat bepergian ke Jerman dan menjalani karantina 10 hari.

Masa karantina bisa saja dipercepat menjadi lima hari jika mereka terbukti negatif COVID-19.

"Jika anda sebelum memasuki (Jerman) berada di daerah dengan insiden tinggi, tes relevan tidak boleh dilakukan lebih awal dari lima hari setelah masuk," tulis RKI di situs miliknya.

Sebelum adanya perubahan klasifikasi, pelancong dari keempat negara tersebut dilarang tiba di Jerman kecuali warga pribumi, dalam hal ini mereka musti dikarantina selama 14 hari pas kedatangan.

Keputusan, yang berlaku mulai Rabu, muncul setelah Kanselir Jerman Angela Merkel pada Jumat mengatakan bahwa warga Inggris yang sudah divaksin COVID-19 dua kali akan segera dapat bepergian ke Jerman tanpa melakukan karantina setibanya di bandara.

Pada Senin pagi Perdana Menteri Inggris Boris Johnson menetapkan rencana untuk mengakhiri pembatasan COVID-19 sosial dan ekonomi di Inggris dalam waktu dua pekan, sebuah pengujian apakah peluncuran vaksin yang cepat memberikan perlindungan cukup terhadap varian Delta yang sangat menular.

Sumber: Reuters

Baca juga: Jerman nyatakan Inggris, Irlandia Utara sebagai kawasan varian virus
Baca juga: Menkes Jerman nyatakan gelombang ketiga pandemi telah dipatahkan
Baca juga: Media Jerman: Prancis tunda pasokan vaksin COVID-19 pesanan Uni Eropa
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2021