Opini WTP lima kali berturut-turut dari BPK diraih Kemenaker

Opini WTP lima kali berturut-turut dari BPK diraih Kemenaker

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah. ANTARA/HO-Humas Kementerian Ketenagakerjaan.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) mempertahankan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) tahun 2020 berdasarkan hasil audit Laporan Keuangan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI.
 
"Alhamdulillah, Kemenaker kembali memperoleh opininya WTP di tahun yang berat ini. Ini WTP yang kelima yang diraih Kemenaker berturut-turut sejak tahun 2016," kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Opini WTP dari BPK itu merupakan capaian Kemenaker lima kali berturut turut sejak tahun 2016, 2017, 2018, dan 2019.

Menaker memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran pegawai Kemnaker atas prestasi tersebut.

Ia mengatakan keberhasilan Kemenaker meraih WTP lima kali secara berturut-turut tersebut tidak lepas dari hasil kerja keras, dedikasi, dan kerja sama yang baik dari seluruh jajaran unit eselon I di Kemnaker dalam melakukan pengelolaan keuangan negara semaksimal mungkin, yakni secara efisien, efektif, ekonomis, transparans dan akuntabilitas.

"Predikat WTP ini tentunya harus kita pertahankan di masa mendatang dengan tetap dan selalu berupaya memperbaiki yang masih kurang, serta dengan cepat merespon rekomendasi Hasil Pemeriksaan BPK RI. Kemnaker berkomitmen, tentunya selalu akan patuh dan taat, serta tertib dalam setiap kegiatan dengan mengacu ketentuan peraturan perundangan yang berlaku," katanya.

Menurut Menaker opini WTP dari BPK itu merupakan wujud dari komitmen dan tekad setiap jajaran di Kemnaker, baik pimpinan maupun staf, untuk senantiasa menggunakan anggaran negara secara baik, transparan, dan akuntabel.

Dia mengatakan capaian WTP di tengah situasi yang belum sepenuhnya pulih ini merupakan bukti komitmen pemerintah dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) secara profesional, pruden, transparan, dan akuntabel.

"Terima kasih dan apresiasi kepada BPK RI atas kerja kerasnya untuk senantiasa mendorong pemerintah melakukan upaya perbaikan secara terus menerus, khususnya pada tahun 2020 yang merupakan tahun yang penuh tantangan bagi Pemerintah Indonesia maupun negara-negara di seluruh dunia," demikian Ida Fauzyah.

Baca juga: Kemnaker raih opini WTP empat tahun berturut-turut

Baca juga: BPK: Predikat WTP bukan berarti bersih dari kecurangan

Baca juga: Kemenaker terapkan aturan 75 persen WFH bagi pegawai di zona merah

Baca juga: Kemenaker lakukan 9 lompatan besar untuk pembangunan ketenagakerjaan


 
Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021