Titik rawan penularan COVID-19 di Pekalongan disemprot disinfektan

Titik rawan penularan COVID-19 di Pekalongan disemprot disinfektan

Kepala satuan Polisi Pamong Praja Kota Pekalongan Sri Budi Santosa. ANTARA/Kutnadi.

Pekalongan, Jateng (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, siap melakukan penyemprotan disinfektan secara serentak di sejumlah titik yang terindikasi menjadi klaster penularan COVID-19.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Pekalongan Sri Budi Santosa di Pekalongan, Rabu, mengatakan bahwa pada kegiatan itu, pihaknya akan menyiagakan 250 personil terdiri atas petugas satpol PP, dinas kesehatan, Kodim 0710/Pekalongan, dan Polres Pekalongan Kota.

"Rencananya, penyemprotan disinfektan secara serentak akan kami lakukan pada Kamis (10/6). Adapun sasaran lokasinya adalah ruang publik, kantor OPD, dan rumah warga yang penghuninya terpapar COVID-19," katanya.

Menurut dia, penyemprotan disinfektan serentak tersebut sekaligus menindaklanjuti arahan Panglima TNI dan Kapolri agar penanganan COVID-19 perlu ditingkatkan.

"Ini sebagai tindak lanjut dari kunjungan Panglima TNI dan Kapolri, ke Pekalongan, Minggu (6/6). Karena itu, kami terus menggencarkan operasi yustisi dan melakukan penyemprotan disinfektan secara massal mulai besok," katanya.

Sri Budi mengatakan penyemprotan desinfektan secara serentak dengan menggunakan mobil pemadam kebakaran dan water canon ini juga akan dilakukan di 27 kelurahan.

"Besok usai apel, pemkot, satgas COVID-19, satpol PP, BPBD, camat, lurah, TNI/Polri, akan bergerak ke berbagai lokasi untuk melakukan penyemprotan disinfektan. Kami berharap melalui penyemprotan disinfektan ini, laju penyebaran COVID-19 dapat ditekan," katanya.

Ia mengingatkan pada masyarakat bahwa upaya pencegahan akan lebih baik daripada pengobatan sehingga perlu adanya kewaspadaan terhadap penularan COVID-19.

"Karena itu, upaya pencegahan itu, kami minta masyarakat selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan menggunakan sabun, kerumunan, dan mobilitas aktivitas," demikian Sri Budi Santosa.

Baca juga: TNI-Polri pertebal dan perkuat Posko PPKM Skala Mikro di Pekalongan

Baca juga: Menkes: 300 lebih nakes di Kudus tertular COVID-19

Baca juga: Jateng siapkan tempat karantina tangani lonjakan kasus COVID-19

Baca juga: Bertetangga dengan Kudus, BNPB: Kendalikan COVID-19 di Kabupaten Pati
Pewarta : Kutnadi
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2021