Kemensos gandeng LSM guna percepat bansos tepat sasaran

Kemensos gandeng LSM guna percepat bansos tepat sasaran

Menteri Sosial Tri Rismaharini bersama perwakilan Lembaga Swadaya Masyarakat pendanaan di Kantor Kemensos Salemba Jakarta, Selasa (8/6/2021). (ANTARA/Devi Nindy)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Sosial (Kemensos) menggandeng sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) guna mempercepat penyaluran bantuan sosial dan meningkatkan ketepatan sasarannya. 

Kerja sama tersebut dilakukan bersama Baznas, PPPA Daarul Qur'an, LazisNU, LazisMU, Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, dan berbagai organisasi pendanaan lainnya.

"Kita akan bersinergi untuk bagaimana meringankan beban saudara kita yang mengalami bencana," ujar Menteri Sosial Tri Rismaharini di Jakarta, Selasa.

Baca juga: GMNI gandeng Kemensos cetak jiwa kewirausahaan sosial mahasiswa

Tidak hanya penanganan bencana, Mensos Risma mengatakan tiap lembaga tersebut memiliki fokus bantuan sosial masing-masing seperti pendidikan, pemberdayaan ekonomi, pembangunan tempat tinggal dan sebagainya.

"Karena itu kita akan melakukan sinergi bersama untuk menangani saat bencana, pasca bencana, dan saat kondisi yang memang membutuhkan ada yang harus kita tangani bersama," kata dia.

Baca juga: Kemensos: Verifikasi-validasi data efektifkan KPM Bansos

Risma mengatakan pihaknya akan membuat dasbor laman web dari Kementerian Sosial guna melihat kebutuhan yang diperlukan saat akan penyaluran bantuan bersama LSM tersebut.

"Nanti kalau kita sudah siapkan dasbor akan lebih mudah. Misalnya saat ini siapa yang bisa terdekat dapat membantu, kemudian mungkin ada informasi dari daerah dasbor itu disalurkan, dari masyarakat dari mana pun bisa memberikan masukan. Kemudian kita akan bisa berbagi peran dengan tugas masing-masing, dengan kecepatan kita masing-masing sehingga tidak ada lagi tumpang tindih," ujar Risma menjelaskan.

Baca juga: Mensos teken nota kesepahaman dengan komunitas guna percepatan bantuan

Risma menjamin bukan hanya bekerja dengan kecepatan, namun juga ketepatan.

"Misalnya, ada warga NTT di sana sudah satu minggu bilang, 'Bu 5aya sudah bosan makan telur dengan mi instan,' terus ada ide kemudian menggunakan makanan yang lain. Kita bisa bantu, sehingga anak-anak gizi proteinnya bisa terpenuhi," kata dia.

Risma mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai pengembangan langkah percepatan bantuan tersebut.

Baca juga: Mensos Risma sebut realisasi anggaran Kemensos 47,26 persen

 
Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2021