Gresik (ANTARA News) - Tim Rukyatul Hilal Jawa Timur, Rabu, gagal melihat kemunculan "hilal" (bulan baru) di Bukit Condrodipo Desa Kembangan Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, untuk menentukan 1 Syawal 1431 Hijriyah.

Dengan demikian Idul Fitri dipastikan jatuh pada hari Jumat.

Tim Rukyatul Hilal itu beranggotakan unsur kantor Kementerian Agama Jawa Timur, Lajnah Falakiah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama dan tim Kementerian Komunikasi dan Informasi.

Dalam observasi di Bukit Condrodipo itu, tidak satupun anggota tim yang melihat hilal (bulan). Dengan demikian, dipastikan Hari Raya Idul Fitri jatuh hari Jumat (10/9).

"Kami tidak melihat hilal sehingga kita pastikan Idul Fitri tahun ini bakal jatuh hari Jumat," kata Kepala Departemen Agama Kabupaten Gresik, Agus Thohir.

Ia mengatakan, hilal tidak terlihat karena posisinya di bawah Ufuk. "Dengan ketinggian minimal nol satu derajat tujuh menit, lima puluh enam detik sehingga hilal tidak bisa terlihat dengan mata telanjang," katanya.

Observasi untuk menentukan 1 Syawal ini dilakukan dengan menggunakan alat teropong yang dibantu dengan pelatihan sistem informasi online yang terhubung dengan berbagai daerah di Nusantara.

"Seluruh daerah melakukan kegiatan yang sama secara online untuk menentukan akhir bulan suci Ramadan," katanya.

Dengan tak terlihatnya hilal ini, umat Islam Indonesia diwajibkan menggenapkan puasanya menjadi 30 hari. "Tentunya lebaran jatuh pada hari Jumat," katanya.

Pelaksanaan Rukyatul Hilal yang diliputi cuaca mendung ini berlangsung sekitar 20 menit dimulai pada pukul 17.10 WIB.

Di Jakarta, Menteri Agama Suryadharma Ali memimpin sidang Isbat penentuan hilal 1 Syawal 1431 Hijriah di kantor Kementerian Agama.

Pemerintah memutuskan Idul Fitri 1431 Hijriah jatuh pada 10 September.(*)
(ANT-163/R009)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010