Kemendag sosialisasikan peluang perjanjian RI-EFTA CEPA ke pengusaha

Kemendag sosialisasikan peluang perjanjian RI-EFTA CEPA ke pengusaha

Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga saat memberikan sambutan pada acara sosialisasi persetujuan kerangka kerja Asean di bidang jasa ASEAN Framework Agreement on Services (AFAS) dan persetujuan perdagangan jasa ASEAN Trade on Services (ATISA) yang disiarkan virtual, Senin. ANTARA/ Biro Humas Kementerian Perdagangan/pri.

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) melalui Direktorat Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional menggelar Sosialisasi Hasil Perundingan Perdagangan Internasional Indonesia-European Free Trade Agreement Comprehensive Economic Free Trade Agreement (EFTA CEPA) untuk menginformasikan berbagai peluang kepada para pengusaha.

“RI-EFTA CEPA sudah diratifikasi, selanjutnya adalah sosialisasi, karena percuma kita menyelesaikan perjanjian ini, mencapai ratifikasi, tapi tidak ada yang tahu. Oleh karena itu kami sosialisasikan perjanjian ini agar dapat dimanfaatkan peluang-peluangnya oleh para pengusaha di Tanah Air,” kata Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga pada acara yang disiarkan dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring) itu di Jakarta, Senin.

Jerry menyampaikan pada kesempatan tersebut para pengusaha akan diberikan informasi yang jelas tentang perjanjian RI-EFTA CEPA, termasuk membuka masukan-masukan serta konsultasi apabila para pengusaha ingin menyampaikan berbagai pertanyaan.

Baca juga: Kemendag sosialisasi manfaat kemitraan ekonomi dengan EFTA

“Kami mau memastikan bahwa hasil-hasil yang dicapai berkat kerja sama dan sinergi dengan beberapa pihak ini dapat bermanfaat untuk masyarakat Indonesia,” ujar Jerry.

Sementara itu Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Djatmiko Bris Witjaksono mengatakan Kemendag tengah gencar melakukan diseminasi dan sosialisasi terkait perjanjian yang diratifikasi pada April 2021 itu.

“Kami melakukan kegiatan ini juga dalam rangka mempersiapkan seluruh pihak untuk mengimplementasikan perjanjian-perjanjian yang sudah kita lakukan. Kami juga ingin mendapatkan masukan-masukan, sehingga ke depannya kami bisa lebih memetakan persoalan-persoalan yang dihadapi pengusaha,” ujar Djatmiko.

Ia menambahkan selain selesainya ratifikasi, perjanjian RI-EFTA CEPA dapat benar-benar diimplementasikan manakala kedua belah pihak telah menyelesaikan kelengkapan atau instrumen-instrumen teknis yang diperlukan.

Baca juga: Pebisnis Indonesia diharapkan garap pasar bebas Eropa

Setelah Undang-undang Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pengesahan Persetujuan Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Republik Indonesia dan Negara-Negara EFTA CEPA disahkan, maka masih dibutuhkan dua regulasi turunan yakni Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) dan Peraturan Menteri Keuangan (PMK)

“Untuk Permendag ini dalam masa harmonisasi dengan DPR, jadi tinggal menunggu beberapa waktu lagi. Kalau untuk PMK ini soal tarif preferensi, nah ini belum sampai tahap harmonisasi. Masih dibahas ditingkat pemerintah,” ungkap Djatmiko.

Untuk itu, Djatmiko berharap dukungan semua pihak, termasuk DPR RI, untuk dapat menyelesaikan instrumen yang dibutuhkan, sehingga perjanjian itu dapat benar-benar diimplementasikan.

Baca juga: DPR dan pemerintah setujui RUU kemitraan ekonomi RI - Eropa disahkan

Pewarta : Sella Panduarsa Gareta
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2021