AMPB sebut transmigrasi salah satu solusi atasi konflik Papua

AMPB sebut transmigrasi salah satu solusi atasi konflik Papua

Ketua Umum Angkatan Muda Partai Berkarya (AMPB) Fauzan Rachmansyah saat acara doa bersama bagi Kabinda Papua dan awak KRI Nanggala-402 yang gugur, di Jakarta, Kamis (6-5-2021). (ANTARA/HO-AMPB)

Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Angkatan Muda Partai Berkarya (AMPB) Fauzan Rachmansyah mengatakan, solusi menekan konflik di Papua adalah dengan pola transmigrasi.

"Transmigrasi menjadi solusi terhadap konflik di Papua yang bisa dilakukan oleh Pemerintah Pusat," kata Fauzan pada acara doa bersama untuk Kabinda Papua Mayjen IGP Danny Putu Karya Nugraha dan 53 awak KRI Nanggala 402 yang gugur, di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, dengan transmigrasi akan terjadi pertukaran budaya dan teknologi, sehingga orang-orang Papua bisa mendapatkan akses pendidikan dan kesejahteraan.

Selain itu, masalah yang harus diselesaikan adalah soal kesejahteraan. Fauzan mengatakan dana otonomi khusus harus selalu ditingkatkan karena itu merupakan hak warga Papua.

Oleh karenanya, Pemerintah juga terus berusaha keras membangun infrastruktur di Papua agar masalah kesejahteraan bisa diatasi dengan baik.

"Masyarakat Papua berharap kesejahteraan, dan pemerintah pusat berusaha keras dengan pembangunan infrastruktur yang begitu pesat," katanya dalam siaran persnya.

Di tempat yang sama, Tokoh Pemuda Papua Samuel mengatakan, konflik di Papua sudah mengakar dan berkepanjangan.

Akar permasalahan konflik tidak lepas dari persoalan ekonomi dan sosial.

"Konflik tidak lepas dari persoalan ekonomi dan sosial, dari pusat sudah besar anggarannya, tetapi tidak turun ke masyarakat, ini juga harus ditindak tegas oleh pemerintah pusat," tegasnya.

Oleh karena itu, dirinya meminta pemerintah turun langsung ke Papua untuk menyelesaikan konflik agar tidak berkepanjangan.

"Presiden sendiri harus turun langsung ke Papua, presiden harus melihat isu dan konflik dengan penanganan seperti apa," kata Samuel.

Berduka untuk KRI Nanggala 402

Selain itu, dalam doa bersama ini AMPB juga menyampaikan duka citanya atas gugurnya 53 awak kapal selam KRI Nanggala 402.

Fauzan meminta, pemerintah membuat monumen khusus mengenang jasa para pejuang yang tenggelam di laut Utara Bali tersebut.

"Sebenarnya saya iri dengan para prajurit Nanggala. Karena perjuangan paling tinggi adalah berkorban bagi negara. Untuk itu kita harus buat monumen untuk mengenang jasa mereka," imbuhnya.

Menurut Fauzan, monumen Nanggala bisa mengenang jasa-jasa para prajurit dalam menjalankan tugas mereka.

"Mari kita galang dana untuk membuat monumen untuk mengenang jasa pahlawan kita," ajaknya.

Baca juga: Muchdi PR: AMPB harus bertransformasi ciptakan pemimpin muda
Pewarta : Syaiful Hakim
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2021