Polisi: Awasi sebaran COVID-19 dan arus mudik di perbatasan

Polisi: Awasi sebaran COVID-19 dan arus mudik di perbatasan

Ilustrasi aktivitas pelayaran di Sungai Kapuas, Kalimantan Barat. Kapal-kapal kayu (bandung-bandung) ini menjadi andalan masyarakat untuk transportasi sungai dari Putussibau di Kabupaten Kapuas Hulu ke Pontianak di hulu Sungai Kapuas dan sekitarnya. ANTARA FOTO/Jessica Wuysang

Putussibau, Kapuas Hulu (ANTARA) -
Kepala Polres Kapuas Hulu, AKBP Wedy Mahadi, sudah memerintahkan seluruh kepala Polsek daerah perbatasan untuk memperketat pengawasan arus lalu-lintas orang menjelang hari raya Idul Fitri terutama antisipasi sebaran Covid-19 serta anjuran pemerintah terkait larangan mudik.
 
"Saya perintahkan kepala Polsek perketat pengawasan arus masuknya orang ke Kapuas Hulu, uji usap antigen harus dilakukan untuk mengantisipasi sebaran Covid-19, terutama di perbatasan jalur darat Sintang-Kapuas Hulu," kata dia kepada ANTARA, di Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Senin.

Baca juga: Anggota DPR sebut larangan mudik kebijakan penting terkait COVID-19
 
Menurut dia, untuk menanggulangi sebaran Covid-19 perlu komitmen dan konsistensi semua pihak menekan penyebaran virus itu terutama menjelang Lebaran.
"Uji cepat antigen harus tetap dilaksanakan, kami koordinasi dengan dinas kesehatan dan dinas perhubungan," ucap dia.
 
Terkait larangan mudik atau pulang kampung menjelang Idul Fitri, dia menegaskan polisi siap mengawasi dan memberikan tindakan apabila ada yang nekad untuk bepergian untuk pulang kampung Lebaran alias mudik.

Baca juga: Polda Sulbar perketat penyekatan di wilayah perbatasan
 
Ia mengatakan jika keluar atau masuk Kabupaten Kapuas Hulu dengan alasan tidak jelas atau tidak ada keperluan mendesak maka akan disuruh kembali.
"Kami tegas dalam hal itu, tidak ada alasan untuk melakukan mudik atau pulang kampung di hari raya, itu bertujuan mengantisipasi sebaran Covid-19," katanya.
 
Ia mengajak kepada semua pihak agar meningkatkan sinergitas dalam menanggulangi Covid-19, karena memang itu tanggung jawab bersama terlebih lagi yang tergabung dalam satuan tugas.

Baca juga: Tidak mudik sama dengan berjihad untuk kemanusiaan, kata Wamenag
 
"Kami tidak mau ada klaster baru Lebaran nanti, itu harus kita jaga bersama, sinergitas TNI, Polri dan Pemkab harus dijaga, demi keselamatan seluruh masyarakat, sebaran Covid-19 jangan dianggap sepele," kata dia.
Pewarta : Teofilusianto Timotius
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2021