Satgas: COVID-19 pada April jadi kasus bulanan terburuk di Riau

Satgas: COVID-19 pada April jadi kasus bulanan terburuk di Riau

Petugas medis melayani tes Rapid Antigan COVID-19 gratis terhadap sejumlah penumpang kapal dari Pulau Batam di Pelabuhan Bandar Sri Junjungan Dumai, Riau, Jumat (23/4/2021). ANTARA FOTO/Aswaddy Hamid/wsj.

Pekanbaru (ANTARA) - Satgas Penanganan COVID-19 Riau mencatat angka penyebaran penularan COVID-19 di wilayahnya sepanjang April 2021 merupakan kasus bulanan terburuk sepanjang wabah ini menerpa provinsi ini sejak awal 2020 lalu.

"Sekarang sudah 14 bulan kita melawan wabah ini sejak adanya kasus terkonfirmasi pertama (pada Maret 2020). Saat ini merupakan kondisi terburuk selama wabah ini melanda," kata Juru Bicara Satgas COVID-19 Riau dr Indra Yovi dalam konferensi pers di Posko Penanganan COVID-19 Riau di Pekanbaru, Riau, Sabtu.

Sesuai data, kasus penyebaran COVID-19 di Riau juga pernah menanjak naik pada Oktober 2020 hingga mencapai 7.000 kasus. Namun rekor itu terpecahkan pada April 2021 yang tercatat hingga 14.000 kasus atau naik 100 persen.

"Ini adalah angka yang mengkhawatirkan, ami harus sampaikan secara terbuka kepada masyarakat kondisi yang sebenarnya terjadi saat ini," tutur Indra.

Baca juga: Zona merah COVID-19 di Riau terus bertambah

Dari data tersebut, lanjutnya, sekitar 70 persen dari kasus penyebaran COVID-19 terjadi pada warga berusia 18-40 tahun.

"Semuanya orang-orang muda dan produktif, mereka yang biasanya nongkrong, pergi, dan melakukan aktivitas seperti biasa," lanjutnya.

Sedangkan sekitar 80 persen dari 110.000 orang yang meninggal dunia adalah mereka yang terpapar COVID-19 pada usia 50 tahun ke atas.

"Dari data ini didapati bahwa orang-orang muda lah yang menyebarkan virus ke orang tua hingga mereka meninggal. Hari ini (Sabtu), ada 15 orang di Riau yang meninggal dunia akibat COVID-19," kata dr Indra.

Dia mengatakan 15 kasus kematian juga merupakan angka tertinggi harian di Riau. Kondisi di Riau saat ini, lanjutnya, sudah selayaknya menjadi pengingat bersama bahwa wabah ini bukan hal yang remeh.

"Apakah Riau bisa seperti India? Bisa saja, kalau tak ada lagi yang patuh pada protokol kesehatan," ucap Indra Yovi.

Baca juga: Disdik Riau kembali hentikan sekolah tatap muka
Baca juga: 686 pelanggar prokes di Riau disidang di tempat
Pewarta : Bayu Agustari Adha
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2021