Dubes Rusia: Vaksin Sputnik V aman dan efisien

Dubes Rusia: Vaksin Sputnik V aman dan efisien

Tangkapan layar Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva, dalam konferensi pers yang digelar dari Jakarta, Rabu (28/4/2021). (ANTARA/Aria Cindyara)

Jakarta (ANTARA) - Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva, menegaskan bahwa vaksin COVID-19 Sputnik V telah terbukti aman dan efisien dalam melawan virus corona.

“Sputnik V telah terbukti aman dan efisien. (Vaksin) Tersebut telah diregistrasi 52 negara di dunia, sejauh ini tak ada keraguan terkait efisiensi dan keamanan vaksin ini,” ujarnya dalam konferensi pers yang digelar dari Jakarta, Rabu.

Dia menjelaskan bahwa penemuan terakhir menunjukkan bahwa vaksin tersebut memiliki 97 persen efisiensi dalam melawan virus corona, tanpa adanya efek samping yang besar. Dia juga mengatakan bahwa vaksin Sputnik V tengah melalui proses di Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM) Indonesia guna mendapatkan izin di Tanah Air.

“Kami berharap bahwa secepatnya Indonesia juga akan memiliki kemungkinan untuk menggunakan vaksin Sputnik V dalam program vaksinasi ‘Gotong Royong’,” ujarnya.

Pernyataan Dubes Vorobieva terkait keamanan dan kemanjuran Sputnik V datang setelah regulator kesehatan Brazil, Anvisa, menolak impor vaksin tersebut pada Senin (26/4), setelah staf teknis menyoroti "risiko bawaan" dan kecacatan "serius", merujuk pada informasi yang menjamin keamanan, kualitas, dan keefektifannya.

Menurut dia, keputusan tersebut merupakan sesuatu yang tak sejalan dengan keamanan dan kemanjuran vaksin Sputnik V yang telah terbukti.

“Oleh karena itu keputusan regulator (Brazil) sangat mengejutkan, terutama jika melihat situasi COVID-19 di Brazil yang jauh dari baik.”

Dubes Rusia itu mengklaim bahwa keputusan yang diambil regulator Brazil memiliki motivasi politik dibaliknya, di mana ada tekanan dan pengaruh dari negara lain untuk tidak menggunakan vaksin Sputnik V.

Dalam konteks tersebut, dia menegaskan sikap Rusia yang meyakini bahwa vaksin seharusnya tidak menjadi alat kepentingan politik karena menyangkut kesehatan manusia, dan merupakan isu kemanusiaan.

Baca juga: Dubes Rusia sampaikan belasungkawa atas tenggelamnya KRI Nanggala-402

Baca juga: India akan terima pengiriman pertama vaksin COVID-19 Rusia

Pewarta : Aria Cindyara
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2021