Industri listrik dan elektronika ASEAN tersebar ke semua negara

Industri listrik dan elektronika ASEAN tersebar ke semua negara

Laporan “Global Value Chains in ASEAN: Electronics” tersedia untuk diunduh di situs web AJC. ANTARA/Business Wire.

Tokyo--(Antara/Business Wire)- Industri kelistrikan dan elektronik (Electrical and Electronics/E&E) dicirikan oleh jaringan produksi yang terfragmentasi secara internasional tetapi terintegrasi dengan baik dengan rantai nilai yang luas secara geografis dan sangat modular, yang memberikan peluang bagi negara-negara ASEAN untuk dengan mudah berpartisipasi dalam rantai nilai E&E, berdasarkan studi oleh ASEAN-Japan Center, berjudul Global Value Chains in ASEAN: Electronics, diterbitkan pada Maret 2021. Ini merupakan laporan ke-14 dari 16 seri makalah ASEAN global value chain (GVCs) oleh AJC.

Untuk melihat rilis pers multimedia selengkapnya, klik di sini: https://www.businesswire.com/news/home/20210419006002/en/

Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Association of Southeast Asian Nations/ASEAN) merupakan pusat produksi E&E yang signifikan, menyumbang sekitar 268 miliar dolar AS untuk produk domestik bruto (PDB) regional, mempekerjakan lebih dari 2,4 juta pekerja dan merupakan bagian terbesar dari total ekspor ASEAN (27 per sen).

Secara keseluruhan, industri E&E di ASEAN mengandalkan lebih banyak input dan teknologi asing daripada industri lain, dengan 53 persen ekspor E&E berasal dari nilai tambah asing (Foreign Value Added/FVA), atau input asing yang terintegrasi ke dalam ekspor E&E ASEAN. Meskipun demikian, nilai tambah dalam ekspor berbeda di seluruh kawasan, bergantung pada posisi masing-masing negara dalam rantai nilai E&E.

Perdagangan intra-regional di antara negara-negara ASEAN adalah penyumbang terbesar ekspor E&E ASEAN dalam hal FVA, terhitung seperempat dari total FVA (43,4 miliar dolar AS) pada tahun 2017, sedangkan gabungan FVA yang dibuat oleh China dan Jepang merupakan lebih dari sepertiga dari total FVA.

Selama tahun 1990-2017, partisipasi GVC ASEAN dalam peralatan E&E sedikit menurun, dari 74 persen menjadi 70 persen, sementara partisipasi rantai nilai regional (Regional Value Chain/RVC) meningkat dua kali lipat, dari 9 persen menjadi 18 persen. Tren yang kontradiktif tersebut dijelaskan oleh kapasitas produksi regional yang lebih tinggi dan jaringan produksi regional yang mapan.

Dengan berbagai bidang spesialisasi, ASEAN telah menjadi pusat yang menarik dan penting bagi industri E&E. Wilayah ini memiliki berbagai macam produksi E&E di sepanjang rantai nilai, mulai dari aktivitas padat karya dan sederhana seperti perakitan dan pengujian hingga tugas padat modal seperti desain komponen serta penelitian dan pengembangan.

Untuk melihat dan mengunduh laporan tersebut, silakan kunjungi website AJC di bawah ini.

Baca versi aslinya di businesswire.com: https://www.businesswire.com/news/home/20210419006002/en/

Kontak
Unit PR ASEAN-Japan Centre (AJC)
Tomoko Miyauchi (MS)
TEL: +81-3-5402-8118

Sumber: ASEAN-Japan Centre

Pengumuman ini dianggap sah dan berwenang hanya dalam versi bahasa aslinya. Terjemahan-terjemahan disediakan hanya sebagai alat bantu, dan harus dengan penunjukan ke bahasa asli teksnya, yang adalah satu-satunya versi yang dimaksudkan untuk mempunyai kekuatan hukum.
Pewarta : PR Wire
Editor: PR Wire
COPYRIGHT © ANTARA 2021