Petugas gabungan sita 20 ponsel saat razia LP Padang

Petugas gabungan sita 20 ponsel saat razia LP Padang

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Barat, R Andika Dwi Prasetya (tengah), menunjukkan barang-barang hasil sitaan dari kamar warga binaan di LP Padang, Selasa malam (6/4). ANTARA/FathulAbdi

Padang (ANTARA) - Petugas gabungan yang terdiri dari Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumatera Barat dan Lembaga Pemasyarakatan Padang menyita 20 unit ponsel saat menggelar razia pada Selasa malam (6/4).

"Puluhan ponsel ditemukan ketika menggeledah dua blok hunian di LP Padang," kata Kepala Kanwil Kemenkumham Sumatera Barat, R Andika Dwi Prasetya, di Padang, Rabu.

Baca juga: Petugas musnahkan 236 handphone hasil tiga bulan razia di LP Pontianak

Puluhan ponsel yang disita itu langsung dihancurkan dengan cara dipukul lalu direndam ke dalam air garam.

Selain ponsel, petugas juga menyita sejumlah barang terlarang lainnya berupa 18 unit charger, 14 sendok besi, dua gunting, tiga senjata tajam dari besi, dan enam botol kaca. Kemudian enam colokan kabel, 11 korek api, 15 earphone, beberapa set kartu koa, remi, serta domino.

Baca juga: Razia gabungan di LP Tulungagung temukan ratusan narkoba

Ia menjelaskan razia itu digelar sebagai langkah deteksi dini untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan dan ketertiban akibat barang terlarang.

Selain itu juga sebagai bentuk komitmen pihaknya dalam memberantas peredaran narkotika dan pungutan liar di lingkungan LP. Razia dilaksanakan secara gabungan melibatkan personel TNI, polisi, dan BNNP Sumatera Barat.

Baca juga: Gubernur Bali ingin razia lebih sering di LP Kerobokan

Kepala LP Padang, Era Wiharto, "Tidak ada barang berupa narkotika yang ditemukan." Hasil razia itu menjadi pijakan mereka untuk menggencarkan razia ke depan.

"Pengawasan akan terus diperketat agar benda-benda semacam ini tidak masuk lagi ke LP ataupun rumah tahanan," jelasnya.

Ia menyatakan, tidak akan segan-segan menjatuhkan sanksi kepada pegawai yang lengah, apalagi sengaja membiarkan barang itu masuk ke LP atau rumah tahanan.
Pewarta : Laila Syafarud
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2021